Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal Warga Dataran Tinggi Mimika Lewat Program Community Christmas Flights

Total 90 Ton barang-barang yang diangkut menggunakan helikopter PTFI dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Kampung Jagamin, Ainggogin (Aroanop), dan Beane Dolil (Tsinga) untuk masyarakat tiga kampung.

Mimika, Teraspapua.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat di wilayah pedalaman Papua melalui program Community Christmas Flights.

Melalui program ini, PTFI mengerahkan armada helikopter untuk menerbangkan sekitar 90 ton bahan makanan dan berbagai kebutuhan Natal milik warga yang bermukim di wilayah dataran tinggi Kabupaten Mimika, yakni Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila, Senin (29/12/2025).

Program ini bertujuan memudahkan masyarakat pedalaman dalam mengangkut kebutuhan pokok dan perlengkapan Natal yang mereka beli di Kota Timika agar dapat tiba tepat waktu di kampung halaman masing-masing. Keterbatasan akses transportasi darat dan mahalnya biaya angkut menjadi tantangan utama bagi warga di kawasan pegunungan tersebut.

Kepala Suku Aroanop, Andreanus Janampa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PTFI atas bantuan pengangkutan bahan makanan ke wilayahnya. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Terima kasih atas bantuan pengiriman bahan makanan ke Lembah Tsinga dan Aroanop. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Saya mewakili para kepala suku menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Freeport Indonesia. Tuhan memberkati,” ujarnya.

Andreanus menjelaskan bahwa selama ini biaya pengiriman barang menggunakan helikopter sewaan sangat mahal dan memberatkan masyarakat. Selain itu, proses distribusi barang juga penuh risiko. Setelah turun dari helikopter atau pesawat, warga masih harus berjalan kaki selama 2 hingga 4 jam menuju kampung mereka dengan medan yang
cukup ekstrem, melintasi pegunungan, sungai, serta jembatan sederhana.

Hal senada disampaikan Tokoh Masyarakat setempat, Yoab Beanal. Ia mengatakan kehadiran helikopter PTFI memungkinkan bahan makanan dan kebutuhan Natal tiba tepat waktu di kampung-kampung.

Pengiriman barang-barang kebutuhan Natal masyarakat tiga kampung dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju kampung Kampung Jagamin, Ainggogin (Aroanop), dan Beane–Dolil (Tsinga) menggunakan Helikopter Mi-17 Series milik PTFI.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberkati kami melalui perusahaan ini. Kami sangat menghargai setiap upaya dan perhatian yang diberikan PTFI kepada masyarakat,” katanya.

Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, menjelaskan bahwa program Community Christmas Flights telah dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2015 bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Program ini bertujuan membantu warga agar lebih mudah membawa bahan makanan dan kebutuhan Natal yang mereka beli di Timika untuk diterbangkan ke kampung halaman. Dengan helikopter PTFI, pengangkutan menjadi lebih cepat dan efektif, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh suka cita,” ujar Nathan.

Dari total 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal yang diterbangkan, sebanyak 8,4 ton di antaranya merupakan bantuan langsung dari PTFI.

Seluruh barang telah melalui proses pemeriksaan keamanan menggunakan mesin X-Ray di bandara sebelum diangkut dengan helikopter. Pengiriman dilakukan dengan metode sling load, yakni mengangkut kargo menggunakan kabel baja yang digantung di bawah helikopter, sesuai dengan standar keselamatan penerbangan yang diterapkan oleh tim aviasi PTFI.

Proses pengiriman barang dilakukan dengan standar keamanan tinggi guna memastikan barang-barang tiba dengan selamat di tujuan.

Penerbangan helikopter berlangsung sebanyak 35 kali selama periode 7 hingga 23 Desember 2025. Penerbangan diberangkatkan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Lembah Aroanop dengan titik penurunan di Kampung Ainggogin dan Kampung Jagamin, Lembah Tsinga dengan titik penurunan di Kampung Beanekogom dan Kampung Dolinigogin, serta Lembah Jila dengan titik penurunan di Kampung Pasir Putih. Waktu tempuh setiap perjalanan sekitar satu jam pulang-pergi.

Metode pengiriman ini dinilai sangat efektif karena barang dapat langsung diturunkan di titik terdekat dengan kampung, sehingga masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk menjemput barang milik mereka.

Setelah barang tiba di titik penurunan, warga kemudian mendistribusikan kebutuhan Natal tersebut ke kampung masing-masing. Di Lembah Aroanop terdapat tujuh kampung, yaitu Baluni, Jagamin, Ainggogin, Ainggigi Satu, Ainggigi Dua, Ombani Satu, dan Ombani Dua.

Di Lembah Tsinga terdapat delapan kampung, yakni Bebilawak, Dolinigogin, Beanekogom, Jongkogoma, Miniponigoma, Metember, dan Ulibugarki. Sementara di Lembah Jila terdapat 12 kampung, antara lain Diloa, Diloa Dua, Pasir Putih, Jengkon, Bomogin, Pilik Ogom, Noema, Eralmakawia, Umpiliga, Bunarugun, Amuga Ogom, dan Kampung Wandud.

Nathan menjelaskan bahwa untuk mencapai Lembah Aroanop dan Lembah Tsinga sebenarnya tersedia layanan helikopter dan pesawat komersial. Namun, biaya sewa helikopter mencapai sekitar Rp25 juta hingga Rp40 juta dengan kapasitas angkut hanya 600 hingga 800 kilogram. Sementara itu, pesawat komersial bersubsidi membatasi bagasi penumpang maksimal 16 kilogram, dengan tarif kelebihan bagasi sekitar Rp23.000 per kilogram.

“Di wilayah ini tidak ada kendaraan bermotor. Satu-satunya akses menuju kampung adalah berjalan kaki dan mengandalkan porter atau tenaga pikul barang. Dengan menggunakan helikopter PTFI dan metode sling load, waktu tempuh menjadi jauh lebih singkat dan masyarakat bisa berhemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya angkut
barang,” jelasnya.

Barang-barang Natal masyarakat tiga kampung tiba di salah satu helipad tujuan, sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Selain mendukung pengangkutan kargo Natal ke wilayah dataran tinggi, PTFI juga menyediakan angkutan darat bagi masyarakat di beberapa kampung sekitar wilayah operasional, seperti Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak.

Layanan angkutan Natal ini berlangsung setiap hari selama periode 15 hingga 24 Desember 2025, dengan total 36 perjalanan bus yang mengangkut 1.473 penumpang serta 126 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal.

Di wilayah dataran rendah, PTFI turut mendukung mobilitas warga dan pengangkutan barang masyarakat Suku Kamoro di sejumlah kampung, antara lain Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi.

Melalui rangkaian dukungan ini, PTFI berharap kehadirannya dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua, khususnya dalam memperkuat kebersamaan dan sukacita menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. (**)