Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, menggelar pertemuan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jayapura untuk memastikan kesiapan teknis dan dukungan lintas pemangku kepentingan terhadap agenda nasional tersebut. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Jayapura, Selasa (10/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Abisai Rollo menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi sebagai instrumen strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa kualitas data menjadi faktor penentu dalam merumuskan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memperoleh gambaran riil kondisi perekonomian Kota Jayapura. Data yang akurat akan menentukan arah kebijakan pembangunan, termasuk penguatan sektor usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Abisai Rollo.
Ia mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat Kota Jayapura untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2026. Partisipasi publik, menurutnya, merupakan kunci keberhasilan sensus yang akan menjadi rujukan utama dalam perencanaan ekonomi daerah.
Wali Kota juga mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur. Ia menilai keterbukaan masyarakat dalam memberikan data akan berdampak langsung pada akurasi perencanaan pembangunan.
“Kami mengajak masyarakat untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Jayapura, Sugiyanto, SST., M.Si., menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia setiap 10 tahun sekali. Sensus tahun ini menjadi pelaksanaan kelima sejak pertama kali dilaksanakan.
Menurut Sugiyanto, sensus tersebut bertujuan menghimpun data komprehensif terkait struktur dan kinerja perekonomian nasional dan daerah, khususnya sektor-sektor di luar pertanian. Data yang dihasilkan akan menjadi basis perumusan kebijakan ekonomi di tingkat pusat maupun daerah.
“Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung dari Mei hingga Juli dan mencakup seluruh pelaku usaha non-pertanian, mulai dari perdagangan, transportasi, perhotelan, industri pengolahan, hingga sektor jasa lainnya,” jelas Sugiyanto.
Ia menambahkan, pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029. Target tersebut, kata dia, menuntut ketersediaan data ekonomi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Berdasarkan data awal BPS, jumlah pelaku usaha di Kota Jayapura saat ini diperkirakan mencapai sekitar 36 ribu unit usaha. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan hasil Sensus Ekonomi 2016 yang mencatat sekitar 24 ribu pelaku usaha.
Pendataan akan dilakukan secara langsung melalui metode kunjungan dari rumah ke rumah dan dari tempat usaha ke tempat usaha oleh petugas sensus yang telah dibekali identitas resmi.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kota Jayapura berharap memperoleh potret ekonomi daerah yang lebih akurat dan terkini. Hasil sensus diharapkan mampu memperkuat perencanaan pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan daya saing Kota Jayapura secara berkelanjutan.
(red)














