Sentani, Teraspapua.com – Kedatangan pimpinan Gereja Bethany Indonesia di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, disambut hangat dan penuh nuansa budaya, Selasa (24/3/2026).
Rombongan yang dipimpin Ketua Umum Sinode, Pdt. Bambang Hengky Driyanto, bersama istri serta Anggota Dewan Rasuli Pdt. Willy Joseph Chandra dan istri, tiba menggunakan pesawat Batik Air dari Surabaya.
Setibanya di Bandara Sentani, rombongan disambut oleh Ketua Koordinator Daerah (KORDA), panitia kegiatan, serta jemaat setempat. Suasana penyambutan semakin semarak dengan tarian adat Papua yang dibawakan oleh Pemuda Gereja Bethany Pelita Emas Padang Bulan, menciptakan kesan hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam keterangannya, Pdt. Bambang Hengky Driyanto mengaku sangat terkesan sejak pesawat yang ditumpanginya mulai mendekati wilayah Papua. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan alam yang terlihat dari udara, terutama panorama Danau Sentani yang memukau saat pesawat hendak mendarat.
“Dari atas ketinggian kami melihat begitu indah ciptaan Tuhan di tanah Papua. Apalagi saat pesawat akan mendarat, pemandangan Danau Sentani sungguh luar biasa,” ujarnya.
Ia juga mengaku tersentuh dengan sambutan yang diberikan oleh jemaat dan masyarakat di Jayapura. Menurutnya, penyambutan yang meriah dengan tarian adat serta kehangatan yang ditunjukkan menciptakan rasa kekeluargaan yang kuat.
“Kami benar-benar tidak menyangka penyambutan semeriah ini. Biasanya kami datang begitu saja, tetapi di Jayapura kami merasakan penerimaan yang luar biasa, seperti menemukan keluarga,” katanya.
Kunjungan ini menjadi pengalaman pertama bagi Pdt. Bambang Hengky dan istrinya ke Papua. Ia menyebut momen tersebut sebagai kenangan yang sangat berkesan dan menumbuhkan kerinduan untuk kembali berkunjung di masa mendatang.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar kehadiran rombongan Sinode dapat membangkitkan kembali semangat pelayanan di kalangan jemaat Bethany di Papua. Ia menekankan pentingnya kembali menangkap visi Tuhan serta menghidupkan pergerakan rohani yang berdampak luas.
“Saya percaya Papua adalah awal dari pergerakan besar dari Timur. Harapan ini bukan sekadar harapan, tetapi akan menjadi kenyataan. Karena itu, kami mendorong jemaat Bethany di Papua untuk bersama-sama membangun kembali gerakan rohani yang Tuhan percayakan,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Rasuli Pdt. Willy Joseph Chandra juga menyampaikan kesan mendalam atas kunjungannya ke Papua. Ia mengaku kagum dengan penyambutan yang menurutnya tidak hanya menonjolkan aspek budaya, tetapi juga sarat nilai spiritual.
“Saya sangat berkesan. Penyambutannya luar biasa dan saya merasakan hadirat Tuhan yang kuat. Ini menjadi pesan bahwa nilai-nilai kesukuan di Papua harus dipertahankan sebagai teladan bagi bangsa, bahwa Papua adalah tanah yang takut akan Tuhan,” ungkapnya.
Ia juga mengaku takjub dengan keindahan alam Papua, khususnya kawasan Sentani yang dinilainya memiliki daya tarik luar biasa sebagai ikon Kabupaten Jayapura.
Kunjungan rombongan Sinode Gereja Bethany Indonesia ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para hamba Tuhan di wilayah Papua. Melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan (coaching), diharapkan para pelayan gereja dapat semakin berdampak bagi jemaat maupun masyarakat luas.
Dengan sambutan hangat dan penuh makna tersebut, kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penguatan iman dan pelayanan bagi Gereja Bethany di Tanah Papua,” pungkasnya.
(har)










