Jayapura,Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar modern maupun tradisional,Rabu (13/5/2020).
Tentu dalam rangka mengecek ketersediaan sembilan bahan pokok (Sembako) dan kestabilan harga menjelang perayaan Idul Fitri dan upaya menekan laju inflasi saat mitigasi Covid-19.
Sidak dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura,Ir.H.Rustan Saru,MM di dampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja,Muksin Ningkelua, Kakanwil Perum Bulog ,Sopran Kenedi,Kepala Bidang Pemeriksaan Balai Besar POM ,Buyung.Disperindagkop,kemudian staf Dinas Pertanian,SertaBapedda Kota Jayapura,
Terpantau tim TPID ini menyasar beberapa pedagang untuk mengecek harga komoditas di Pasar Regional Youtefa,seperti cabe rawit ,cabe keriting,telur,beras,bawang merah dan putih serta ayam potong dan ikan.
Selain itu juga di Hypermart Tanah Hitam dan Mega Waena.
Sidak yang dimulai dari Pasar Youtefa, Hypemarth Tanah Hitam dan berakhir di Mega Waena itu ditemukan ada beberapa komoditas yang harganya tidak stabil.Sehingga Rustan Saru memerintahkan untuk menurunkan ke harga normal.
“ Khusus di Pasar Yotefa harga ayam potong, telur ayam dan bawang putih masih normal. Namun untuk komoditas bawang merah harganya berkisar 50 ribu ,60 ribu dan 70 ribu/kg,sehingga diminta untuk diturunkan di harga rata-rata 50 ribu/kg “terang Rustan Saru.
Kemudian lanjut Rustan Saru ,untuk harga cabe rawit antara 80 ribu/kg sampai 100 ribu/kg juga diminta untuk diturunkan.
Untuk beras Bulog kata Rustan ,hanya boleh dijual di pasaran dengan harga Rp10.250/kg , namun kenyataan dijual dengan harga 11 ribu/kg.
Selanjutnya di Hypermart tanah hitam menurut Rustan Saru,ada dua komoditas yang harganya cukup tinggi seperti bawang merah dijual dengan harga 89 ribu/kg, harus diturunkan di harga 65 ribu/kg.
Kemudian harga cabe rawit dijual dengan harga rp170/kg dan diturunkan di harga Rp90.000.
Sementara untuk gula pasir dan beras harganya masih stabil “akuinya.
Lebih lanjut dijelaskan,untuk harga cabe rawit di Mega waena yang tadinya 120 ribu/kg diturunkan hingga 90 ribu/kg.Harga cabe keriting masih normal.
“ Untuk gula pasir juga harganya cukup tinggi di Mega Waena yaitu 18 ribu/kg sementara harga lokal hanya 12 sampai 13 ribu/kg “ungkapnya.
Untuk itu TPDI minta semua Supermarket,Hypermart, Mall dan juga pasar agar mengupdate data setiap hari agar dalam penentuan harga tidak jauh meningkat.
“ Untuk itu para pedagang dan distributor dan juga pemilik Hypermart dan Mega agar memberikan harga normal setiap saat agar konsumen kita dapat terjangkau “pintanya.
Selain itu ungkap Rustan Saru untuk stok sembako 1 sampai 2 bulan ke depan bahkan untuk hari Raya Idul Fitri masih cukup.Untuk itu masyarakat tidak usah panik dan memborong sembako karena stok di pasar masih mencujupi “ujarnya.
Kemudian untuk telur ayam import Surabaya harganya 60 ribu/rak yang kita dapatkan adalah harga lokal baik itu Mahkota dan Tiga Bintang menurut rustan saru harganya cukup tinggi yaitu 175 ribu/rak “tukas Rustan.
Di tempat yang sama, Kakanwil Perum Bulog Papua dan Papua Barat Sopran Kenedi juga menambahkan untuk beras Bulog di Pasar Youtefa relatif ada, bahkan beberapa otlet kami sendiri juga tersedia.
Namun ia menyayangkan ada beberapa otlet yang menjual beras bulog yang bukan diambil dari Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat dan dijual di atas harga dari pada Bulog sendiri.
“ Harga berkisar 11 ribu/kg padahal seharusnya Rp10.250/kg”rinci Sopran.
Sehingga menurut Sopran ,itu langsung ditertibkan oleh Wakil Wali Kota dan harga langsung dicopot.
Bahkan ada pedagang di pasar Youtefa yang menjual beras yang bukan dari Bulog tapi menggunakan label Bulog.
“jadi jangan dilakukan itu, nanti konsumen menjadi bingung untuk melihat mana beras bulog mana yang bukan , sehingga kedepan akan ditertibkan “janjinya.
Kita berikan pendidikan, sosialisasi kepada para pedagang pengecer supaya lebih patuh pada ketentuan harga eceran tertingg.
“Menyampaikan informasi harga beras sesuai kondisi real”singkatnya.
Sementara itu Buyung, kepala bidang Pemeriksaan Balai Besar POM Jayapura mengungkapkan saat melakukan sidak yang dipimpin oleh Wakil Wali kota tidak menemukan ada barang yang kadaluarsa atau rusak.
“ Tapi kami melihat berjualan di tiga sarana ini masih bagus “ujarnya.
Buyung mengimbau kepada seluruh pedagang untuk tetap mengecek barang-barang yang mau dibeli agar tidak terjadi kerugian “pungkasnya.
(Ricko).








