Jayapura,Teraspapua.com – Sebaran Covid – 19 di kota Jayapura makin hari trennya semakin naik. Bahkan sesuai update dari tim gugus tugas percepatan penanganan Covid – 19 kota Jayapura ,Jumat 17 Juli 2020 komulatif positif sudah mencapai 1.487 kasus.
Bahkan beberapa ASN Pemkot Jayapura ikut terpapar akibat terinfeksi Virus ini.
“Jadi ada beberapa ASN kita yang terpapar virus Corona ,seperti di dinas kependudukan dan pencatatan sipil ,kemudian bagian humas dan protokoler setda kota Jayapura dan juga beberapa staf dinas kebersihan dan lingkungan hidup yang ikut terpapar”terang Ketua Gugus Tugas,Ir.H.Rustan Saru,MM ,Jumat (17/7/2020).
Menurutnya, Ini menunjukkan bahwa virus ini tentu tidak main-main sehingga kita harus betul-betul waspada karena siapa pun bisa terinfeksi .Tapi kata kunci jaga diri, pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan pakai sabun.
“Kondisi saat ini yang harus dipahami seluruh masyarakat bahwa semua rumah sakit di ibu kota Provinsi Papua ini sudah penuh bahkan para perawat banyak juga yang ikut terpapa”ujarnya.
Dengan demikian kita bersatu untuk melawan Covid ini ,tentu dengan mengikuti protokoler kesehatan agar kita bisa menyelamatkan masyarakat kota ini.
Bahkan Rustan akui,Pemkot terus berupaya untuk memutus penyebaran virus ini dengan memberikan penyuluhan,mengeluarkan edaran ,memberikan himbauan .Tapi warga kita masih banyak yang bandel dan kepala batu karena merasa hebat.
Rustan Saru juga mengatakan Dispendukcapil adalah dinas pelayanan publik yang setiap hari berhubungan langsung dengan ratusan masyarakat.Sehingga pelayanan harus ditutup.
Sedangkan di instansi lain itu hanya internal kita saja sehingga yang sudah terpapar cukup mereka yang diamankan dan yang lain bisa kembali bekerja lagi.
“ Semuanya kita sudah swap dan yang kenal Covid kita karantinakan di Hotel Sahid .Yang lain harus tetap bekerja terkecuali Dukcapil yang harus dilakukan Lockdown ,karena kantornya harus dibersihkan dirapikan fasilitas, disemprot agar kembali steril sehingga ketika masyarakat kembali datang mereka aman dan terjaga dari virus Corona”paparnya.
Menurut Wakil Wali Kota itu, rencana untuk kembali membatasi aktivitas tidak ada ,namun kita perketat kepada semua elemen yang membuka kegiatan.
“ Seperti PT. Pelni Jayapura kita perketatan dan membagi cabang-cabang untuk menjual tiket begitu juga Pelabuhan juga kita panggil untuk memberikan pengetatan protocol”akuinya.
Lanjut Rustan ,saat kapal masuk di pelabuhan Jayapura penumpang turun kapal dibersihkan baru penumpang masuk agar tidak bertemu antara yang baru tiba dan yang akan berangkat, bahkan pengantar juga tidak diizinkan masuk ke pelabuhan. Untuk menghindari tumpukan masyarakat.
Begitu juga di hotel-hotel ,rumah makan ,restoran kita himbau untuk mengatur agar orang jangan berkumpul tetapi juga harus menggunakan masker dan tidak bersentuhan.
Namun kenyataan tidak seperti itu, pasalnya masih banyak masyarakat yang membandel tetapi pemerintah melalui gugus tugas akan terus memberikan peringatan karena ini tugas kita.
“ Kalau masyarakat masih terus membandel dan jika muncul fase kedua semua tenaga habis ,Rumah Sakit penuh, yang menjadi pertanyaan Kemanakah kita harus berobat.
Saat ini sudah mulai muncul gejala rumah sakit sudah mulai penuh tenaga medis perawat dokter sudah terpapar sehingga ini sangat dikhawatirkan” pungkasnya
(Ricko).















