Rustan Saru: Banjir Dipicu Curah Hujan Tinggi dan Pasang Air Laut

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, Plt Sekda Muchlis Karim an kadis Duskcapil, Supriyanto saat berbincang usai Safari Ramadhan (Foto Celo/Humas pemkot)

Jayapura, Teraspapua.com  – Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Jayapura pada Senin (10/3/2026) dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi sejak pagi hari, yang bertepatan dengan kondisi air laut yang sedang pasang.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan aliran air dari sungai menuju laut menjadi terhambat, sehingga air meluap dan menggenangi sejumlah kawasan di kota tersebut.

“Banjir yang terjadi pagi tadi disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi. Pada saat yang sama, kondisi air laut juga sedang pasang sehingga aliran air dari kali menuju laut mengalami hambatan,” ujar Wakil Wali Kota Rustan Saru usai safari Ramadhan di Masjid Al Ikhlas Dok IX.

Ia menjelaskan bahwa ketika air laut pasang, permukaan air di laut akan meningkat sehingga air dari daratan yang seharusnya mengalir ke laut menjadi tertahan. Kondisi ini menyebabkan air dari sungai dan drainase di wilayah kota tidak dapat mengalir secara normal.

Akibatnya, air yang berasal dari hujan dan aliran sungai bertemu dengan air laut yang sedang naik, sehingga menimbulkan genangan di beberapa titik.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Ketika hujan turun dan air laut sedang pasang, maka air dari daratan tidak bisa langsung mengalir ke laut karena tertahan oleh permukaan air laut yang sedang naik,” katanya.

Selain faktor alam, Wakil Wali Kota Rustan Saru juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air di saluran drainase.

Ia menyebutkan bahwa banyak sampah yang menyumbat saluran air maupun drainase di sejumlah wilayah, sehingga memperlambat aliran air ketika hujan turun.

“Ketika hujan datang, kita sering menemukan sampah yang menyumbat saluran air dan drainase. Hal ini tentu memperlambat aliran air menuju sungai maupun laut,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air.

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya banjir, terutama melalui kegiatan kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kita semua memiliki tanggung jawab terhadap kota ini. Mari kita jaga kebersihan lingkungan, jangan sampai saluran air dan drainase tersumbat oleh sampah. Dengan begitu, aliran air bisa berjalan lancar dan kota kita bisa terhindar dari banjir,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan berbagai langkah penanganan untuk mengurangi potensi banjir di Kota Jayapura.

Salah satunya dengan melakukan pembersihan sungai dan saluran air melalui tim yang telah diturunkan di lapangan.

Ia menyebutkan bahwa untuk wilayah Kali Acai, pemerintah telah menurunkan tim kebersihan untuk melakukan pembersihan sekaligus penataan kawasan tersebut.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Jayapura juga tengah menjadwalkan pekerjaan pengurukan di sejumlah titik yang dinilai rawan banjir.

“Untuk Kali Acai, tim sudah bekerja melakukan pembersihan. Selain itu, Dinas PU juga sedang menjadwalkan pekerjaan pengurukan secara menyeluruh,” ujarnya.

Sebelumnya, pekerjaan serupa juga telah dilakukan di sejumlah wilayah seperti Anapre dan Entrop sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi risiko banjir di Kota Jayapura.

Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut dapat membantu memperlancar aliran air sekaligus meminimalisir potensi banjir di wilayah perkotaan.

“Kami berharap dalam waktu dekat proses pengurukan di beberapa titik dapat segera dimulai sehingga dapat membantu mengurangi risiko banjir di Kota Jayapura,” katanya.

(red)