<

Panja Komisi II DPRP Gali Pengalaman dari Dinas Peternakan NTT

Jayapura,Teraspapua.com – Guna membangkitkan ekonomi kerakyatan di tanah Papua khususnya dibidang Peternakan, Panja Komisi II DPR Papua lakukan pertemuan dengan Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tengara Timur (NTT) bertempat di Hotel Aston Kupang beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi II DPR Papua Petrus Pigay ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan terkait kegiatan tersebut mengatakan, setelah kami melakukan pertemuan dengan Dinas Peternakan Provinsi NTT, kami melihat perkembangan peternakan disana sangat baik.

Seperti kita ketahui, kondisi alam di sana memang agak kering tetapi pengelolaan Dinas peternakan mereka terarah,bahkan RS Peternakan juga ada sehingga semua ternak ditangani dengan baik.

Dan yang membuat kita kagum, mereka bisa meyuplay daging sapi keluar daerah itu sangat hebat,” jelas Petrus kepada wartawan di gedung DPR Papua, Senin (14/09/2020).

Lebih lanjut dikatakan Petrus,disana (Dinas Peternakan NTT) mereka menempatkan Kepala Dianasnya sesuai dengan tupoksi yaitu yang mempunyai besik dibidangnya dalam hal ini dr Hewan.

Saya rasa kalau di Papua kita bisa buat seperti di NTT itu lebih bagus, karena alam kita sangat luas dan makanan ternak sangat banyak disamping itu kita daerah otonomi pasti anggaran kita ada.

Pihaknya berharap, kedepan kalau kita di Papua Dinas peternakan Provinsi harus terarah.Dan juga dalam pikiran saya Dinas peternakan kita harus mengikuti contoh dinas peternakan NTT dalam mengelola peternakan. Sehingga kedepan ekonomi kerakiatan masyarakat kita bisa meningkat.

Kita di Papua harus lebih banyak mengambil pengalaman orang lain itu lebih baik, ketimbang kita harus mempertahankan sisi poltik dan masyarakat menjadi korban.

Ditambahkan Petrus, kalau Dinas terkait kita mengurusi itu dengan baik dan memberikan pelatihan khususnya di bidang peternakan saya rasa masyarakat kita tidak terpergantung dengan pekerjaan sebagai seoarang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tetapi mereka bisa menjadi pengusaha peternakan yang berkualitas,” pungkasnya.

(Matu)