Tinjau Lokasi Longsor dan Banjir, Ketua DPRD Kota Minta Pemerintah Cari Solusi Penanganan

Ketua DRPD Kota Jayapura, Abisai Rollo, Wakil Ketua Dewan, Jhon Y. Betaubun dan beberapa anggota Dewan serta kepala seksi operasi dan pemeliharaan BWS Papua, Raymond Mouritssaat turun di longsoran kali Kampwolker

Jayapura, Teraspapua.com – Selama satu hari Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD kota Jayapura meninjau lokasi – lokasi banjir dan tanah longsor di kota Jayapura, Kamis (20/1).

Seperti pantauan media ini, peninjauan yang dipimpin Ketua DRPD Abisai Rollo dan Wakil Ketua Dewan, Jhon Y. Betaubun yaitu diawali dari Goor waringin, kemudian kali Kampwolker, perumahan Organda, belakang BTM Kodam kotaraja dalam, kali Sborhoinyi, SMUN 4 Jayapura, APO Bengkel dan jalan Nirwana.

Namun sebelum turun lapangan, Dewan telah mengundang dinas teknis pemerintah kota Jayapura, seperti dinas PUPR, Sosial, BPBD dan Bappeda, tapi juga Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua.

“Jadi Dewan mengundang mereka untuk memberikan pemaparan terkait curah hujan dan penyebap bencana banjir dan longsor di kota Jayapura,” kata Ketua DRPD Kota Jayapura Abisai Rollo usai melakukan kunjungan selama satu hari, Kamis (20/1).

Peninjauan di Goor Waringin

Jadi mereka memberikan penjelasan sejumlah lokasi yang ada di 4 Distrik di depan pimpinan dan seluruh anggota DPRD kota Jayapura pada, Rabu (19/1).

Setelah itu kami turun lapangan, baik itu di GOR Waringin untuk melihat langsung robohnya kap dan atap. Kemudian kali Kampwolker di Distrik Heram dan membutuhkan penanganan yang serius.” Sambungnya.

Lanjut dijelaskan, pimpinan dan anggota Dewan juga meninjau kompleks perumahan Organda. Ada pikiran saya bahwa beberapa rumah di wilayah itu harus direlokasi, sehingga daerah itu dibuat menjadi tempat penyerapan air. Untuk itu pemerintah harus melihat tempat agar mereka di relokasi.

“Wilayah lain yang di kunjungi yaitu, kali Sborhoinyi yang secara teknis talud sangat tinggi dan lebar, bahkan sangat dalam, namun air bisa meluap hingga masuk rumah warga. Untuk itu, Dewan minta BWS Papua, agar diperhatikan dan lakukan penanganan,” terang Abisai.

Lanjut di SMUN 4 Jayapura, kata politisi Golkar itu, ada dua titik yang terjadi sehingga komlpeks sekolah dan rumah warga terendam banjir. Itu juga perlu diperhatikan. Dewan juga meninjau tanah longsor di APO Bengkel yang mengakibatkan satu korban jiwa.

Abisai Rollo tegaskan, tempat itu sangat tidak layak untuk membangun rumah tinggal. Nanti kita minta pemerintah kalau bisa ada pelarangan untuk membangun di situ. Longsor dan banjir juga hantam Dok 9 kali, salah satu SD kena imbas.

Akhir kungungan Dewan di Nirwana, dimana ada 3 orang yang meninggal dunia. Tempat itu juga tegas Abisai Rollo, tidak wajar untuk orang membangun rumah.

Peninjauan di kompleks perumahan Organda

Dia berharap, pemerintah melarang agar tempat tersebut tidak ada warga yang membangun rumah, kalau bisa dijadikan hutan kota dan warga yang tinggal saat ini perlu direlokasi. Perlu ditanam pohon dan harus dijaga supaya tidak terjadi longsor jika turun hujan.

“Kita minta untuk pemerintah, baik itu provinsi, kemudian Balai Wilayah Sungai dan pemerintah kota harus cari solusi penanganan, agar walaupun terjadi hujan deras tetapi tidak ada korban jiwa. Jadi titik – titik yang kita lihat itu harus segera tangani,” ujar Abisai.

Menurut Abisai, kita pemerintah kota Jayapura juga terbatasnya anggaran, tapi kita minta bantu dari pemerintah provinsi dan juga dari Balai Wilayah Sungai, kota Jayapura adalah ibu kota provinsi, jumlah penduduk terbanyak Papua ada di kota Jayapura.

Lanjut Dewan minta, masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah pada tempat – tempat yang nanti mengakibatkan terjadinya bencana bagi kita semua.

“Ada Perda tentang sampah. Saya minta untuk pemerintah laksanakan dengan baik, kalau bisa ada efek Jera, kalau ketemu masyarakat buang sampah sembarangan langsung di tindak, supaya masyarakat bisa belajar tentang kebersihan,” jelas Ketua Dewan.

Kader terbaik Golkar Kota Jayapura ini juga harap, fasilitas – fasilitas umum yang rusak pemerintah bisa pro aktif untuk melihat itu, supaya kita dapat membantu masyarakat.

Teman – teman Dewan juga pasti memberikan bantuan kepada warga kota yang terdampak banjir dan tanah longsor, selain dari pemerintah kota dan masyarakat,”tandasnya.

Dikatakan juga, pasar lama Yuotefa, kita korbankan 1, 2 hektar untuk dijadikan tempat peresapan, sehingga jika terjadi banjir maka ada tempat penampungan air.

Abisai juga minta kepada pemerintah kota dalam hal ini dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan kota Jayapura untuk memasang papan bicara, tidak boleh melakukan penebangan hutan di kota Jayapura.

“Karena salah satu pemicu banjir juga adalah penebangan pohon secara liar untuk membuat kebun. Jadi harus pasang papan bicara,” pungkasnya.

Peninjauan di APO Bengkel

Ditempat yang sama kepala seksi operasi dan pemeliharaan BWS Papua, Raymond Mourits menambahkan, Balai Wilayah Sungai Papua tetap eksis akan menangani tanggap darurat baik itu di sungai sborhoinyi, kali acai maupun di organda.

“Untuk organda, alat ambibi BWS akan bergeser untuk membantu di terowongan. Sedangkan sborhoinyi dan kali acai lagi berjalan dan kami fokus di pemeliharaan – pemeliharaan berkala di beberapa sungai di kota Jayapura,” kata Raymond.

Dalam tahun ini akan dilakukan pengangkatan sedimen dan perbaikan – perbaikan tanggul. Dia juga mengakui penyebap banjir akibat menumpuk sedimen di alur sungai, sampah sampah bahkan kemiringan lereng cukup tinggi.

“Satu sisi juga permukiman – permukiman di tebing – tebing daerah kota Jayapura ini juga yang menyebabkan, terutama penebangan pohon,” pungkasnya.

(Har)