DAERAH  

Peresmian Rumah Adat Assatouw, Bangkitkan Budaya dan Adat Yang Punah

Sentani, Teraspapua com – Rumah adat ”EMBO IMEA” ASSATOUW HELE WABHOUW resmi digunakan, ditandai dengan peresmian oleh Johnni Hokoyoku yang dituakan dalam keluarga Assatouw.

Keberadaan rumah adat ini merupakan impian masyarakat Kampung Sereh, Distrik Sentani, Papua, terutama keluarga besar Assatouw selama bertahun-tahun, untuk membangkitkan budaya dan adat yang punah.

“Peresmian ini, tentu menjadi harapan kita, pergumulan keluarga besar Assatouw,” kata Johnni Hokoyoku, Jumat (15/09/2023).

Johnni menuturkan proses pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama di tanggal 30 September 2022. Pekerjaan ini di lanjutkan pada tanggal 13 Desember 2022, dan tahapan pembangunan, dari keluarga Assatouw sendiri mencapai 100% (Persen) dan selesai pada tanggal 30 Mei 2023.

“Kami melakukan pembangunan Obhe ini sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) sebesar Rp1 milyar lebih,” rincinya.

Namun kata dia, pihak keluarga ASSATOUW membahas dan mempertimbangkan untuk mempres anggaran, sehingga proses pembangunan dari yang di kerjakan pada akhirnya bisa selesai dan menghabiskan dana sebesar Rp589 juta.

Kemudian selebihnya di gunakan untuk keperluan atau fasilitas di rumah adat tersebut, sehingga ada penghematan biaya,” imbuhnya.

Johnni Hokoyoku pada kesempatan itu menhaturkan terima kasih kepada para tamu dan undangan yang hadir dalam acara peresmian rumah adat sentani keluarga besar Assatouw.

 

“Muda – mudahan dalam kebersamaan ini menjadi satu motivasi buat kami untuk membangun nilai – nilai adat yang ada. Walaupun dalam pelaksanaan acara hari ini masih banyak kekurangan, Namu ini tidak membuat kami putus semangat, Tetapi itu sudah menjadi tekad kami,” terangnya.

Disebutkan, Inilah rumah tempat keluarga besar Assatouw duduk untuk membicarakan kepentingan – kepentingan di dalam keluarga,

Kami tidak bicara lagi di hutan, tapi kami bicara di dalam rumah, seraya menegaskan buanglah semua rencana kejahatan, karena di Obhe kita duduk membicarakan kepentingan keluarga Assatouw ke depan.

Kendati demikian, Johnni Hokoyoku, mengaku kecewa kepada pemerintah, karena saat proses peletakan batu pertama pihak pemerintah tida hadir.

Padahal kata dia, pemerintah menggaungkan nilai – nilai adat. Jujur saya sampaikan seperti itu, karena seolah olah pemerintah tidak menghargai kami keluarga besar Assatouw.

Mengahiiri stateme, Johnni mengungkapkan, budaya adat istiadat semakin punah. Untuk itu dengan adanya Obhe ini, maka kami akan duduk dan membahas bersama serta melihat bagian – bagian manakah yang harus kami benahi,” Bebern

Yan