Isu Gender Masih Menjadi Tantangan Besar Di Kota Jayapura

Jayapura, Teraspapua.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A&KB) kota Jayapura, menggelar kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan, kepada Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan yang ada di Distrik Jayapura Selatan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula kantor PKK kota Jayapura, Selasa (07/11/2023) ini, dibuka oleh Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey, yang diwakili staf ahli walikota, Frederick Awarawi.

banner 325x300banner 325x300

Dalam sambutannya yang disampaikan Frederick Awarawi, Pj. Walikota menyebutkan. Tema “Memahami Isu Gender Untuk Mencapai Pembangunan Yang Berkeadilan”, mencerminkan komitmen pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif, adil dan merata. Dimana hak-hak perempuan dan laki-laki dihormati dan diberdayakan, dengan sebaik-baiknya.

Dikatakan, isu-isu gender masih menjadi tantangan besar dalam program pembangunan di kota Jayapura. Karena terlalu sering perempuan dan anak, menghadapi ketidaksetaraan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi hingga Pendidikan.

“Kita tentu tidak boleh tinggal diam terhadap ketidakadilan ini. Kita harus bersama-sama memahami isu-isi gender dan berkomitmen, untuk mengatasi ketidakadilan yang kita lihat terjadi di lingkungan sekitar kita,” tandasnya.

Dengan demikian, melalui kegiatan ini lanjut Awarawi. Pemerintah kota Jayapura ingin mendorong Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan, untuk lebih memahami isu gender.

Lanjut dikatakan, pemerintah kota Jayapura menginginkan, setiap perempuan di kota ini menjadi agen perubahan yang aktif, dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan mengatasi ketidaksetaraan gender.

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini para peserta akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang isu gender, dan bersama-sama pemerintah kota Jayapura, mencapai pembangunan yang berkeadilan.

“Saya juga berharap, Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan di kota Jayapura, akan semakin kuat dalam mendukung perlindungan perempuan dan anak Perempuan, di wilayah kita.” Tutupnya.

(elo)