<

Sebanyak 529 Siswa Port Numbay dan OAP SMPN 2 Jayapura Terima Dana Bosda

Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S, Pd

Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat menganggarkan dana Rp5 milar lebih dari dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah atau Bosda bagi siswa siswi Port Numbay maupun orang asli Papua di semua jenjang satuan pendidikan (SD, SMP, SMA dan SMK).

Dengan adanya kebijakan afirmasi ini, siswa siswi orang asli Papua maupun Port Numbay dapat merasakan dana tersebut untuk menunjang proses pendidikan mereka. Seperti hal di SMP Negeri 2 Jayapura.

Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S, Pd saat ditemui Teraspapua.com di ruang kerjanya tadi pagi menyebutkan, jumlah penerima dana Bosda sebanyak 585 siswa. Terdiri dari putera daerah dan Port Numbay.

“Orang asli Papua dari kelas VII, VIII dan IX berjumlah 529 siswa. Sementara anak-anak Port Numbay ada 57 orang,” kata Kepsek Carolien Enok,Rabu ( 21/2/2024).

Dijelaskan, proses penerimaan dana Bosda yaitu langsung masuk ke rekening siswa masing-masing, sekolah hanya sebagai tempat atau wadah untuk anak-anak membuat rekening bersama-sama dengan bank Papua.

Selanjutnya ungkap Carolien, untuk penerimaan dana Bosda langsung kepada siswa didampingi orang tua. Dikatakan, setelah menerima dana Bosda, tentu mereka harus kembali ke sekolah untuk menyelesaikan administrasi.

“Dana Bosda diperuntukan untuk uang sekolah, buku dan pakaian seragam,” jelas Carolien.

Carolien juga menyebutkan, oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapuram seyoganya penerimaan Bosda itu di awal tahun pelajaran, untuk mempermudah atau membantu orang tua dalam biaya masuk sekolah.

Tetapi di tahun 2023 kami baru menerimanya sekitaran bulan November hinggah Desember, dan hampir semua orang tua berapresiasi baik, karena dengan adanya dana Bosda ini, tentu dapat membantu mereka.

“Jumlah penerimaan sedikit berbeda, untuk orang asli Papua setiap siswa menerimah Rp600 ribu dan untuk anak-anak Port Numbay per siswa Rp3 juta, untuk satu tahun ajaran,” rincinya.

Tapi menurut Carolien, bagian itu dipertanyakan orang tua saat reset dengan Ketua DPRD kota Jayapura, kendati begitu dirinya mengakui, hampir semua orang asli Papua sangat berapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kota Jayapura terkait pemberian dana Bosda ini.

Sementara terkait proses penerimaan dana Bosda ini, menurut Carolien semua berjalan lancar dan tidak ada kendala. Selain dana Bosda ada juga dana Bos regluer yang peruntukannya untuk siswa miskin,” tandasny.

Terpisah Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Yoppi Y. Hanuebi selaku PPTK mengatakan dana Bosda tahun ini sebesar Rp5 miliar lebih untuk semua anak Papua maupun Port Numbay.

“Kebijakan afirmasi ini tentu untuk meringankan beban orang tua siswa, dan selama satu tahun kami anggarkan untuk orang asli Papua sebesar Rp600 ribu, sedangkan untuk orang asli Port Numbay sebesar Rp3 juta,” terang Kabid kepada media ini.

Sehingga kami prediksikan kalau uang komitenya 1 bulan Rp50 ribu maka untuk satu tahun itu bisa dibayarkan Rp600 ribu. Oleh karena itu kami anggarkan Rp600 sebagai subsidi,” tambah Yoppi.

Untuk data penerimah dana Bosda jenjang SMP sebanyak 6.950 anak. sedangkan untuk seluruh siswa di kota Jayapura mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK sebanyak 23.011 anak yang dibayarkan,” rinci Yoppi.

(har/Ricko)