Anak Port Numbay Tutup Akses Masuk Kantor Walikota, Terkait Pengumuman Hasil Calon ASN

Jayapura, Teraspapua.com – Ratusan masa yang terdiri dari anak-anak Port Numbay, menutup akses masuk akses masuk ke kantor Walikota Jayapura dari depan maupun belakang, Kamis (27/06/2024).

Pemalangan dipicu ketidak puasan mereka, atas hasil seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) jalur honorer dilingkup Pemkot Jayapura, yang dikeluarkan oleh Kementerian PAN-RB.

banner 325x300banner 325x300

Beberapa tuntutan disampaikan oleh anak-anak Port Numbay, sebagai bentuk keberatan mereka terkait pengumuman hasil pengangkatan formasi CPNS jalur honorer, di Pemkot Jayapura.

Dalam tuntutannya, anak-anak Port Numbay ini meminta agar pemerintah kota membatalkan hasil dari Kementrian PAN-RB.

“Disinyalir, masih banyak nama-nama siluman yang diakomodir, sehingga para honorer yang merupakan anak asli Port Numbay menjadi korban.” Teriak salah satu anggota aksi.

Selain itu, mereka juga minta agar seluruh kepala OPD, untuk melakukan verifikasi faktual terkait 820 nama yang lolos formasi CASN tahun 2024.

Bahkan menurut mereka, sesuai ketentuan yang terakomodir sebagai CASN adalah honorer yang memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 5 tahun.

“Akan tetapi yang terjadi di lapangan tidak sesuai. Karena ditemukan, ada tenaga honor yang diangkat menjadi CASN, bekerja di bawah lima tahun.” Timpal yang lainnya.

Anak-anak Port Numbay ini juga mengancam, akan melakukan aksi pemalangan sampai aspirasi mereka didengar dan dilaksanakan oleh pemerintah kota Jayapura.

Sementara itu Sekda Kota Jayapura, Frans Pekey yang menemui langsung anak-anak Port Numbay ini membenarkan, jika didapati ada CASN yang masa kerjanya sebagai honorer di bawah 5 tahun.

Bahkan kata Frans Pekey, ada juga honorer yang tidak pernah bekerja di instansi pemerintah kota Jayapura, namun namanya masuk dan diangkat sebagai CASN.

“Karena ketidakjujuran dari kepala-kepala OPD yang memasukkan data honorer, maka yang terakomodir dalam database juga tidak jujur.” Ujar Pekey.

Untuk itu kata Pekey, hasil dari Kementerian PAN – RB terkait pengangkatan 820 tenaga honorer menjadi CASN tersebut akan di tunda.

Penundaan tersebut akan disertai dengan surat edaran Walikota kepada masing-masing OPD, baik sekolah, Puskesmas, kantor Distrik maupun Kelurahan, untuk memverifikasi ulang nama-nama yang lolos CASN.

Frans Pekey meminta, agar verifikasi nama-nama tersebut harus juga dikawal oleh anak-anak Port Numbay, sehingga bisa transparan mana yang benar-benar bekerja dan mana yang tidak bekerja

“Jadi 820 orang yang namanya masuk sebagai CANS ini akan kita batalkan, sambil kita lakukan verifikasi ulang.” Tandas Pekey.

(santy)