Jayapura, Teraspapua.com – Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam relawan pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Distrik Jayapura Selatan, Jumat (8/8/2025).
Kantor tersebut saat ini digunakan sebagai lokasi rekapitulasi hasil suara tingkat Panitia Pemilihan Distrik (PPD) untuk Pilgub Papua.
Dalam aksinya, para relawan menuntut transparansi dan kejujuran dari penyelenggara pemilu dalam proses rekapitulasi suara.
Mereka juga menolak segala bentuk intervensi politik dari pihak luar, yang dianggap dapat mencederai integritas demokrasi di Tanah Papua.
Aksi tersebut dilakukan secara damai dengan membawa berbagai spanduk yang berisi seruan moral.
Salah satu spanduk bertuliskan: “KPPS, PPS, PPD, KPU, Panwas, dan Bawaslu mari bekerja dengan jujur, adil, dan berintegritas. Jangan mau diintervensi oleh Parcok dan Penjahat Demokrasi Rakyat.”
Tokoh adat Tabi, Yakonias Wanrar, yang hadir dalam aksi tersebut, secara tegas menyuarakan keprihatinannya terhadap dugaan pelanggaran dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Ia menyoroti adanya oknum-oknum tertentu yang diduga melakukan manipulasi dan kecurangan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara.
“Saya minta kepada seluruh penyelenggara, khususnya PPD, agar bekerja dengan jujur dan takut akan Tuhan. Jangan karena uang, kita semua rela menjual hak kesulungan rakyat Papua,” ujarnya.
Yakonias juga menegaskan agar kesalahan yang terjadi dalam proses Pilkada sebelumnya tidak terulang kembali, khususnya di wilayah Distrik Jayapura Selatan.
“Jangan lagi terjadi kesalahan yang sama. Demokrasi harus dijaga, bukan diperkosa. Mari kita hormati suara rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh pemuda Tabi masyarakat Yulianus Dwa menyampaikan bahwa kehadiran mereka dalam aksi ini merupakan bentuk komitmen untuk mengawal suara rakyat agar tidak dicurangi oleh pihak manapun.
“Kami datang dengan damai. Kami hanya ingin PPD dan seluruh penyelenggara bekerja dengan jujur. Jangan takut pada intimidasi dari pihak manapun,” ujarnya.
Yulianus juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu pengalihan perhatian yang dilontarkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menerima kekalahan.
“Kami minta masyarakat tidak terpengaruh oleh narasi yang dibangun untuk mengalihkan isu. Demokrasi kita sudah cukup mahal dibayar, jangan dirusak oleh ambisi pribadi. Penyelenggara pemilu harus berani melawan penjahat demokrasi,” tambahnya.
Dalam orasinya, perwakilan relawan juga memberikan peringatan keras kepada penyelenggara pemilu agar tidak bermain-main dengan suara rakyat.
Pihaknya menegaskan bahwa satu suara BTM-CK yang hilang, akan menjadi pertanggungjawaban moral yang besar bagi pihak yang bertanggung jawab.
“Kami ingatkan kepada PPD, KPPS, Panwas, dan KPU. Jangan salahkan kami jika satu suara BTM-CK hilang. Kami datang bukan untuk membuat keributan, tapi untuk menjaga suara rakyat yang sah,” tegas salah satu orator.
Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Kantor Distrik Jayapura Selatan ini
.Para relawan menyatakan akan terus mengawal proses rekapitulasi hingga selesai dan berharap penyelenggara pemilu benar-benar menjunjung tinggi prinsip jujur, adil, dan bebas dari intervensi, demi menjaga marwah demokrasi di Bumi Cenderawasih.
Usai melakukan demonstrasi para relawan tersebut bergerak untuk melakukan aksi yang sama di Distrik Heran
(Arc/ Red)














