banner 325x300

Anggota DPD RI,  Pendeta David Waromi Resmikan Sekretariat TMI Papua dan Kota, Dorong Swasembada Pangan dan Transformasi Pertanian

Foto bersama usai persemian sekertariat Tani Merdeka Indonesia Papua dan Kota Jayapura (foto Harley)

Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua yang juga Anggota DPD RI, Senator Pendeta David Harold Waromi, meresmikan Sekretariat DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kota Jayapura, Kamis (18/12/2025).

Peresmian tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, unsur Kesbangpol, serta para ketua dan pengurus Tani Merdeka Indonesia dari kabupaten dan kota se-Provinsi Papua.

banner 325x300

Senator Pdt. David Harold Waromi dalam sambutan mengatakan, peresmian sekretariat ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat gerakan Tani Merdeka Indonesia di Papua yang mencakup sembilan kabupaten dan kota.

“Saya sebagai Anggota DPD RI perwakilan Papua sekaligus Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua, mewakili sembilan kabupaten dan kota, hari ini telah meresmikan Sekretariat DPW Provinsi Papua dan DPD Kota Jayapura,” ujarnya.

Menurut Waromi, Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai gerakan perubahan untuk menggerakkan potensi pertanian Papua, khususnya dengan mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang selama ini belum dikelola secara maksimal.

“Pergerakan yang kami lakukan adalah mengubah lahan-lahan tidur di Provinsi Papua menjadi kekuatan baru pertanian. Ini adalah gerakan perubahan yang nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan, Tani Merdeka Indonesia berkomitmen mendukung penuh program prioritas swasembada pangan, baik di Papua maupun secara nasional. Waromi berharap provinsi- provinsi lain di Tanah Papua turut mengambil bagian dalam membangun ketahanan pangan demi mewujudkan Indonesia yang mandiri pangan.

“Kami berharap seluruh provinsi di Tanah Papua bisa terlibat aktif membangun pangan, sehingga Indonesia benar-benar swasembada dan para petani bisa menikmati hasil kerja mereka,” katanya.

Waromi juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua serta pemerintah kabupaten dan kota dapat menerima Tani
Merdeka Indonesia sebagai mitra strategis dalam pembangunan pertanian.

“Kami ingin diterima sebagai mitra kerja, teman strategis pemerintah. Tani Merdeka Indonesia selalu siap berkolaborasi demi kepentingan masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Kepada jajaran pengurus DPW Papua dan DPD Kota Jayapura, Waromi meminta agar seluruh program segera dieksekusi dan dipercepat. Ia menekankan pentingnya kerja cepat, kolaborasi lintas sektor, serta transparansi anggaran.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN, swasta, kementerian, dan mitra nasional itu wajib. Transparansi harus dijaga agar kepercayaan masyarakat tidak rusak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Waromi menekankan bahwa peresmian sekretariat ini bukan sekadar peresmian bangunan fisik, melainkan simbol hadirnya pusat gerakan perubahan.

“Ini bukan hanya kantor, tetapi pusat gerakan. Tempat kita berkumpul, merencanakan, dan mengeksekusi program untuk kemandirian. Hari ini kita mendeklarasikan bahwa Papua dan Kota Jayapura resmi masuk dalam peta besar gerakan ketahanan pangan Papua bahkan Indonesia,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sekretariat ini akan menjadi pusat komando penguatan kelompok tani dan nelayan, termasuk peningkatan kualitas produksi, digitalisasi pertanian dan perikanan, serta akses permodalan yang lebih mudah.

“Pertanian harus jalan, nelayan juga harus jalan. Tujuannya satu, untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Waromi mengungkapkan bahwa Tani Merdeka Indonesia telah menjalin komunikasi dengan kementerian terkait, di mana pasar untuk hasil pertanian dan perikanan telah disiapkan. Pemerintah pusat, kata dia, juga akan mendukung kebutuhan bahan bakar, alat pertanian, bibit, dan pupuk.

“Kami juga akan membuka Pertamina mini di kelompok-kelompok tani yang aktif, sehingga petani mendapatkan akses energi yang lebih mudah,” ungkapnya.

Menghadapi dinamika global dan fluktuasi harga pangan, Waromi menegaskan bahwa Papua tidak boleh berjalan lambat.

“Dunia berubah cepat. Jika kita tidak bergerak agresif, Papua hanya akan menjadi penonton, bukan pemain. Karena itu saya tekankan tiga hal: eksekusi cepat, kolaborasi lintas sektor, serta menjaga integritas dan kepercayaan,” katanya.

Ia berharap kehadiran Tani Merdeka Indonesia mampu menaikkan level petani Papua, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga akses pasar, daya tawar, dan keberlanjutan usaha.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Jayapura yang diwakili Kepala Bidang Sosial Budaya dan Ormas, Marten Mebri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Tani Merdeka Indonesia sebagai organisasi kemasyarakatan harus berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Berdirinya Tani Merdeka Indonesia berarti organisasi ini hadir secara resmi. Sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, organisasi yang terdaftar akan dilindungi oleh pemerintah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jayapura menyambut baik kehadiran Tani Merdeka Indonesia karena sejalan dengan program pemerintah pusat hingga daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

“Pemerintah Kota Jayapura sangat bersyukur dengan hadirnya Tani Merdeka Indonesia. Tujuan organisasi ini sangat baik, untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap organisasi ini berjalan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

(Har/Veb)