banner 325x300

Raker Jemaat GPI Papua Bukit Zaitun Dok VIII, Merapikan Barisan demi Pelayanan yang Bertumbuh

Jayapura, Teraspapua.com – Jemaat Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua Bukit Zaitun Dok VIII Jayapura menggelar Rapat Kerja (Raker) Jemaat yang berlangsung di gedung gereja setempat, Sabtu (7/2/2026).

Raker ini menjadi momentum strategis bagi jemaat untuk mengevaluasi pelayanan tahun sebelumnya sekaligus merumuskan arah dan program pelayanan tahun 2026.

Rapat kerja jemaat tersebut mengusung tema “Kobarkanlah Kasih Karunia Allah yang Ada Padamu”, dengan subtema “Melalui Rapat Kerja Jemaat dan Rapat Pelayanan Tahun 2026, Jemaat GPI Papua Bukit Zaituan Dok VIII Jayapura Merapikan Barisan dan Menghasilkan Program-program Pelayanan yang Menumbuhkan Iman Umat untuk Mengasihi Tuhan dan Sesama dengan Kasih yang Tulus.”

Raker Jemaat ini dihadiri oleh berbagai unsur pelayanan gereja, mulai dari pendeta, penatua, diaken, pengurus wadah kategorial, hingga perwakilan umat. Hadir pula Pemerintah Kota Jayapura yang diwakili oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Sem Stenly Merauje, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Mengawali jalannya rapat kerja, Pendeta (Pdt) Lisa Parera, menyampaikan renungan Firman Tuhan yang diambil dari Efesus 4:1–16. Dalam perenungannya, Pdt. Lisa menekankan bahwa rapat kerja jemaat bukan sekadar agenda organisatoris, melainkan bagian dari panggilan iman untuk membangun tubuh Kristus secara utuh dan dewasa.

“Rapat kerja jemaat bukan tempat adu argumen, bukan arena untuk mencari siapa yang paling benar atau paling pintar, apalagi untuk saling menyalahkan,” tegas Pdt. Lisa.

Menurutnya, perbedaan pendapat dalam rapat merupakan hal yang wajar dan harus disikapi dengan sikap saling menghargai dan kesediaan untuk mendengar satu sama lain.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua program pelayanan yang dirancang pada tahun sebelumnya dapat berjalan sempurna.

Ada program yang terlaksana dengan baik, namun ada pula yang menghadapi kendala hingga tidak terlaksana. Karena itu, kesabaran, kerendahan hati, dan keterbukaan menjadi kunci utama dalam proses evaluasi dan perencanaan ke depan.

“Tujuan utama rapat kerja bukan hanya menghasilkan dokumen program atau anggaran, tetapi menjaga ikatan damai sejahtera di antara para pelayan dan seluruh umat Tuhan,” ujarnya.

Hasil rapat kerja, lanjut Pdt. Lisa, harus membawa jemaat menuju kedewasaan iman dan bukan sekadar menjadi rutinitas tahunan yang kehilangan makna rohani.

Sementara itu, dalam sambutan Wali Kota Jayapura yang dibacakan oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Sem Stenly Merauje, Pemerintah Kota Jayapura menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan jemaat dan panitia atas terselenggaranya Rapat Kerja Jemaat tersebut.

Menurutnya, rapat kerja jemaat merupakan forum yang sangat penting dan strategis dalam kehidupan bergereja, karena menjadi wadah evaluasi pelayanan sekaligus perencanaan program yang akan dijalankan ke depan. “Rapat kerja ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi wujud pengelolaan iman dan pelayanan kepada Tuhan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan,” kata Merauje.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni terwujudnya Kota Jayapura sebagai kota jasa yang berbudaya, religius, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas.

Dalam konteks tersebut, gereja dipandang memiliki peran strategis dalam membangun iman, moral, karakter, serta kepedulian sosial masyarakat.

“Nilai-nilai kekristenan seperti kasih, kejujuran, kerja keras, disiplin, dan solidaritas sosial merupakan fondasi penting dalam pembangunan manusia,” ujarnya.

Pemerintah Kota Jayapura, lanjutnya, memandang gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan, khususnya melalui pelayanan pendidikan iman, pembinaan generasi muda, pemberdayaan ekonomi umat, serta kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial.

Selain itu, Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPI Papua Klasis Jayapura yang diwakili oleh Wakil Ketua I MPK, Pdt. Alice Sahuteru. Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa rapat kerja jemaat merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Klasis (Rakersis) yang telah dilaksanakan pada 16–17 Januari 2026 di Papua Anugerah, Entrop.

“Rapat kerja jemaat ini menjadi sarana untuk menjabarkan program-program pelayanan kelembagaan yang telah ditetapkan di tingkat sinode dan klasis,” ujarnya.

Rapat kerja, lanjutnya, merupakan strategi penting untuk mengevaluasi program dan anggaran tahun sebelumnya, sekaligus menetapkan program serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat (APBJ) tahun berjalan.

Pdt. Alice menilai tema yang diangkat dalam rapat kerja kali ini mengandung pesan yang sangat mendalam. Setiap insan, menurutnya, telah dikaruniai talenta oleh Tuhan. Ketika karunia itu dikobarkan dan dikelola dengan baik, maka akan menjadi sumber daya rohani dan sosial yang besar untuk membangun kesejahteraan umat dan masyarakat.

Makna “merapikan barisan”, lanjutnya, bukan sekadar penataan struktur organisasi, tetapi juga komitmen bersama seluruh unsur jemaat, baik pelayan maupun umat untuk memperkuat disiplin, kekompakan, dan kesatuan tujuan dalam pelayanan.

Penataan ini mencakup pendeta, penatua, diaken, pengurus wadah kategorial, hingga seluruh warga jemaat agar pelayanan di tahun 2026 berjalan lebih efektif dan efisien.

Program pelayanan yang dirancang, tegas Pdt. Alice, harus berorientasi pada pertumbuhan iman umat dan tidak terjebak pada rutinitas semata. Program yang menumbuhkan iman diharapkan mampu memperdalam spiritualitas jemaat, memperkuat kesaksian iman, serta menghasilkan buah nyata bagi kemuliaan nama Tuhan.

Ia juga menekankan pentingnya praktik kasih yang nyata dan tulus dalam kehidupan bergereja, baik dalam relasi vertikal kepada Tuhan maupun relasi horizontal kepada sesama manusia. Kasih yang lahir dari persekutuan jemaat diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat luas sebagai cerminan persekutuan yang sejati.

Melalui rapat kerja ini, jemaat diharapkan mampu menyusun dan menetapkan program-program pelayanan yang menyentuh kebutuhan umat, memaksimalkan waktu dan sumber daya secara efisien, serta membangun diskusi yang sehat, penuh kasih, dan dipimpin oleh hikmat Roh Kudus.

Berdasarkan laporan panitia, tujuan utama Rapat Kerja Jemaat II ini adalah mengevaluasi program serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat tahun 2025, sekaligus menyusun dan menetapkan program dan APBJ Jemaat GPI Papua Bukit Zaitun Dok VIII Jayapura untuk tahun pelayanan 2026.
(Rck)