Pemerintah Dukung Temu Raya Pria GPI Papua : Perkuat Peran Pria dalam Gereja dan Masyarakat

Jayapura,Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura secara resmi membuka kegiatan Temu Raya Persekutuan Pria se-GPI Papua Klasis Jayapura tahun 2025.

Acara tersebut dibuka oleh Walikota Jayapura Abisai Rollo, yang diwakili oleh
Asisten III Setda Kota Jayapura, Frederick Awa Rawi, Minggu (20/7/2025).

“Temu Raya ini adalah momentum penting untuk memperkuat spiritualitas dan peran strategis pria dalam gereja dan masyarakat,” ujarnya Frederick Awa Rawi dalam sambutannya.

Menurutnya, pria memiliki tanggung jawab besar untuk menumbuhkan keluarga yang takut akan Tuhan, membangun jemaat yang sehat secara rohani, serta mewujudkan masyarakat yang adil dan harmonis.

“Di pundak Bapak-bapak semua, harapan besar diletakkan. Gereja dan masyarakat menanti peran aktif dan nyata dari para pria untuk membawa perubahan yang positif,” lanjutnya.

Temu Raya 2025 dianggap sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat iman, memperdalam spiritualitas, dan membangun kembali komitmen pelayanan. Pemerintah Kota Jayapura menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang memperkuat nilai-nilai moral, toleransi, dan kebersamaan.

“Kami percaya, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tapi juga dari karakter dan nilai spiritual masyarakat,” kata Frederick.

Frederick juga mengajak para pria untuk tidak hanya hadir dalam ibadah, tetapi juga aktif bersaksi dan melayani.

“Sejak kebangkitan Kristus, perempuan telah lebih dulu bersaksi dan aktif dalam pelayanan. Ini menjadi tantangan bagi kita, para pria gereja, untuk turut bangkit dan menunjukkan bahwa kita juga hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus,” jelasnya.

Diakhir sambutannya, Frederick mengajak menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada 6 Agustus 2025, Pemerintah Kota Jayapura juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga suasana aman dan damai.

“Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Jayapura. Berbeda pilihan itu wajar, namun persatuan dan kedamaian harus tetap kita jaga,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Ketua I Majelis Pekerja Sinode (MPS) GPI Papua, Pdt. Rudi Falirat, mengatakan pembukaan Temu Raya Pelayanan Pria se-GPI Papua yang digelar di Klasis Jayapura, menjadi tonggak sejarah sebagai Temu Raya pertama yang diadakan khusus untuk pelayanan pria di lingkungan GPI Papua.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras panitia serta sambutan hangat dari Klasis Jayapura sebagai tuan rumah. Ini menunjukkan semangat persekutuan dan persaudaraan yang hidup di tengah kita,” ujarnya.

Menurut Pdt. Rudi, pelayanan kategorial dalam GPI Papua merupakan bagian penting dari misi gereja, termasuk pelayanan untuk pria atau PERPRI. MPS GPI Papua memiliki mandat untuk membina seluruh kelompok usia jemaat, mulai dari anak-anak hingga lansia, agar pelayanan semakin kontekstual dan berdampak.

“Setiap kegiatan kategorial, termasuk Temu Raya ini, adalah sarana strategis untuk membangun iman, memperkuat persekutuan, dan memberdayakan warga gereja agar siap melayani dengan relevan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Tema Temu Raya tahun ini adalah “Bertemu untuk Bersaksi, Membangun Komitmen demi Mempererat Persekutuan dan Persaudaraan.” Tema ini dinilai sangat relevan dengan konteks pelayanan masa kini.

Pertemuan ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi menjadi momen untuk berbagi pengalaman pelayanan dari berbagai wilayah, baik pedalaman, perkotaan, hingga daerah pesisir. Hal ini memperkuat kesaksian gereja di tengah masyarakat.

Melalui seminar dan lokakarya, Temu Raya menjadi ruang pembaruan komitmen bagi para pria gereja, baik dalam hal pelayanan, keluarga, maupun tanggung jawab sosial.
Komitmen yang dimaksud mencakup:

Komitmen kepada Tuhan dalam menjalankan Tri Panggilan Gereja : bersaksi, bersekutu, dan melayani.
Komitmen dalam memperkuat komunitas pria di jemaat dan klasis masing-masing.

Temu Raya ini menjadi sarana memperkuat hubungan lintas klasis, provinsi, dan budaya. Meski berasal dari berbagai latar belakang, peserta disatukan sebagai satu tubuh Kristus.

“Persaudaraan sejati lahir dari sikap saling menopang yang kuat menguatkan yang lemah, dan yang lemah tetap mendukung yang kuat,” tutur Pdt. Rudi.

Menutup sambutannya, Pdt. Rudi berharap agar kegiatan ini menjadi momen lahirnya semangat baru dalam pelayanan pria GPI Papua. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan, mulai dari panitia pelaksana, Klasis Jayapura sebagai tuan rumah, hingga Pemerintah Kota Jayapura.

“Semoga setiap pria gereja menjadi berkat, tidak hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Tuhan memberkati dan memampukan kita semua,” pungkasnya.