Jayapura,Teraspapua.com – Terkait polemik soal beasiswa Mahasiswa Papua yang mengikuti studi di luar maupun dalam negeri, DPR Papua (DPRP) megundang Dinas terkait dalam hal ini dinas BPSDM, Sekda dan Bada Keungan Provinsi Papua, untuk meminta kepastian pembayaran beasiswa kepada mahasiswa Papua, yang kulia diluar negeri maupun dalam negeri.
Pertmuan yang berlansung di Hotel Horizon Ultima Entrop, dipimpin lansung oleh Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw, di dampinggi Wakil Ketua Komisi V DPRP, Jack Komboi, Sekretaris Komisi V DPRP, Fauzan Niahaya, dan anggota Komisi V DPR Papua lainya.
Dengan adanya polemik terkait dengan beasiswa anak-anak Papua yang kulia di luar negeri maupun dalam negeri, sehingga hari ini, saya selaku Ketua DPRP dan juga Komisi V, megundang Dinas terkait juga Sekda dan Badan keungan, dimana kami minta kepastian untuk pembayaran beasiswa kepada mahasiswa yang kulia diluar negeri maupun dalam negeri.
Karena kami DPRP dalam pembahasan APBD tahun 2022, kami mengusulkan dan menetapkan uang untuk membiayaai beasiswa ini sudah kami setujui dengan sumber dari dana cadangan atau dana abadi Provinsi Papua yang ada di Bank Papua, senilai 300 Milyar, ukar Banua Rouw kepada sejumlah awak media, Kamis (12/5/2022).
“Dana itu, lanjut kata Banua Rouw, sudah kita setujui bersama untuk membiayaai beasiswa. Namun yang berkembang dimedia masa tidak ada uang, belum ada uang Otsus yang masuk. Pembayaran beasiswa untuk anak-anak kita tidak ada pengharu dengan dana Otsus, karena dari 380 Milyar untuk membayar beasiswa, hanya 80 Milyar dana Otsus sedangkan 300 Milyar itu dari dana cadangan. Kenapa pihak eksekutif tidak membayar beasiswa anak-anak kita, padahal uangnya itu ada di Bank Papua,” terang Banua Rouw.
Oleh karena itu, lewat rapat dihari ini kami sudah putuskan dan meminta kepada pihak eksekutif untuk segerah dibayarkan beasiswa anak-anak kita baik yang ada dalam negeri maupun luar negeri. “Paling lambat bulan ini sudah selesai, tidak bole ada yang tidak,” tegas Banua Rouw.
Dimbahkan Banua Rouw, tadi dalam pertemuan disampaikan ada kekurangan uang sebanyak 185 Milayar. Kalau hanya kekurangan 185 Milayar, saya selaku ketua DPRP nyatakan kita siap untuk membayar itu.
Uang kita masih sangat cukup, kalau kekurangan uang yang paling gampang kan ada uang operasional dari Wakil Gubernur Papua yang tidak terpakai. Saya rasa itu cukup, jadi tidak usah kawatir soal kekuarangan uang, pungkasnya.
(tp-02)








