Jayapura, Teraspapua.com – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano didampingi wakilnya Rustan Saru memimpin apel gabungan mengakhiri masa jabatan, Selasa (17/5/2022) di lapangan apel setempat.
Mengawali sambutan Benhur Tomi Mano mengutip lirik lagu ” Kini tiba saatnya kita akan berpisah”
Benhur Tomi Mano menegaskan, dengan berakhirnya masa jabatan bersama Rustan Saru dalam jabatan pemerintahan sebagai wali kota dan wakil wali kota, hari ini saya mohon diri.
“Hari ini saya mohon maaf segala kesalahan yang secara pribadi yang tidak sengaja baik dalam hubungan pribadi dan jabatan,” terangnya.
Benhur Tomi Mano mengaku menyadari kekurangan – kekurangan yang belum dapat dilaksanakan dengan baik selama kepimpinan saya lima tahun pertama bersama Nur Alam dan lima tahun kedua bersama Rustan Saru.
Pria yang akrab di sapah BTM itu menaruh rasa hormat dan apresiasi yang tinggi atas seluruh dukungan kerjasama yang baik ASN selama ini yang telah membantunya dalam kerja-kerja kita selama lima tahun.
“Kerja – keras, kerja tulus, kerja ikhlas tanpa pamrih, ada suka, duka, tawa atas kerja. Dan hari ini saya pamitan karena negara mempercayakan saya di salah satu Kementerian,” ujar Benhur.
Saya telah bekerja dengan baik di kota ini, inbuhya.
Untuk itu Pamong sejati ini ingatkan untuk tetap jaga nama baik kota Jayapura dengan segudang prestasi, penghargaan dan pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada kota Jayapura, harus dijaga dan dipertahankan.
Benhur juga minta ke depan tidak ada perbandingan-perbandingan siapa pemimpin yang bagus, jangan di beda-bedakan karena setiap orang diberikan talenta oleh Tuhan.
“Sekali lagi jangan dibeda-bedakan, kalian harus taat Ikuti apa yang dilakukan sesuai dengan perintah yang diberikan untuk menatalayanan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di kota Jayapura,” tandasnya.
Di tempat yang sama, wawali Rustan Saru megatakan, tidak terasa bagi saya dan pak wali kota. Salam cinta yang menyebabkan banyak teman dan sahabat, saudara bahkan guru sekalipun untuk menghormati menghargai satu sama lain.
“Saya khawatir akan kehilangan seperti kakak berjalan meninggalkan adiknya, orang tua meninggalkan anaknya. Tapi saya yakin dan percaya apa yang kita lakukan di kota ini tentu untuk menjaga kesetiaan kita.
Rustan Saru menitipkan pesan jaga kota ini, NKRI, persatuan dan kebhinekaan kita. Jangan mudah terpecah dan diadu domba.
Untuk itu selama lima tahun ini ada ungkapan kata-kata saya, sikap perilaku tingkah laku menyakiti hati bapak Ibu sekalian saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya
Saya menyampaikan Terima kasih karena telah mendukung saya, jika umur panjang Tuhan kehendaki kita bisa jumpa lagi,” tutupnya.








