Jayapura, Teraspapua.com – Kerukunan Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) yang merupakan forum kerukunan masyarakat yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur di Kota Jayapura, Papua menggelar syukur perayaan Natal dan lepas sambut tahun 2022-2023.
Acara berlangsung di Auditorium Uncen Jayapura, Minggu (29/01/2022) dihadiri kurang lebih 2000-an masyarakat asal NTT itu.
Adapun tema sentral yang diangkat pada momen ini “Maka Pulanglah Mereka Melalui Jalan Lain” dengan sub tema “Flobamora Tetap Dengan Satu Tekad dan Langkah, Berjalan Bersama Membangun Kota Jayapura Demi Kemuliaan Nama Tuhan”.
Perayaan syukur Natal dan lepas sambut tahun 2022-2023 IKF Kota Jayapura diawali dengan parade budaya dari 16 tungku yang sesuai dengan jumlah kabupaten yang ada di Provinsi dengan ibukota di Kupang. Berlanjut dengan ibadah Oikumene yang dipimpin sejumlah hamba Tuhan, diantaranya Pdt Sonya Ndun dan Pastor Tarsisius Lengari OFM.
Turut hadir dalam agenda rutin tahunan IKF Kota Jayapura Tenaga Ahli Mentri Sosial. Bidang Rehabilitasi Sosial juga mantan Wali Kota Jayapura dua periode, Dr. Benhur Tomi Mano, MM didampingi ibu Kristhina Luluporo Mano, S, IP, M, KP, Penjabat Wali Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M, Si Penjabat Bupati Tolikara, Marthen Kogoya, unsur Forkopimda Kota Jayapura, para ketua kerukunan tingkat Kota Jayapura dan Provinsi Papua, para hamba Tuhan dan undangan lainnya.
Antusiasme ribuan warga IKF Kota Jayapura yang sangat besar dari awal hingga akhir acara, tampak dari kemeriahan dan keriuhan dalam Gedung auditorium. Warga terus memberi apresiasi kepada para tokoh yang didaulat oleh panitia memberi sambutan.
Kepada wartawan, Ketua Panitia perayaan syukur Natal dan lepas sambut tahun 2022-2023 IKF Kota Jayapura, Tresia Tobi, SH mengatakan, tujuan utama kegiatan adalah ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan sesama warga Flobamora di Tanah Perantauan Kota Jayapura dan sekitarnya.
“Kami sudah lama tidak berkumpul dalam rangka Natal dan lepas tahun. Baru kali ini sejak pandemi Covid terjadi. Keluarga besar IKF di Kota Jayapura sendiri lengkap ada 16 tunggu, tadi dalam acara diramu dengan devile budaya. Kian menambah rasa persaudaraan,” ujar anggota DPRD Kota Jayapura dari Fraksi PDIP itu.
Tresia Tobi menambahkan, susunan kepanitiaan yakni dirinya seorang Muslim, sama halnya dengan Wakil ketua Panitia yakni Ismail Bepa Ladopurab yang juga seiman dengannya, juga ingin menunjukan bagaimana toleransi umat beragama di Flobamora alias bumi NTT yang sangat baik.
“Dalam kemasan acara juga terlihat sekali. Ada perpaduan music tradisional hingga qasidah. Saya merasa selama acara ini sangat tidak susah. Semua tungku saling membantu. Acara ini sukses juga hasil sumbangan tungku dan donatur tidak tetap. Ini membtuktikan bahwa kita di Flobamora bisa juga membuat kegiatan yang lebih besar lagi dan rutin setiap tahun, dengan kehadiran semua tungku-tungku yang ada. Jadi tak ada lagi kemungkinan ada tungku kerukunan yang vakum,” terang Tresia Tobi.
Prinsip hidup kami di Flobamora untuk saling mendukung. Bukan karena uang tetapi persaudaraan. Kalau kita kumpul bersama akan bisa menciptakan hal yang besar,” pungkasnya.
Senada Ketua IKF Kota Jayapura, Stanis Hike, yang memberi apresiasi atas kerja panitia dan kehadiran ribuan masyarakat dalam acara tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi suksesnya acara ini. Tentu setiap hal pasti perlu ada evaluasi. Dalam kesempatan ini, saya juga ingin imbau pada seluruh masyarakat asal Flobamora yang ada di Papua dan Kota Jayapura khususnya, agar wajib melaporkan diri pada tungku kerukunan asal daerahnya. Ini guna memudahkan kita melakukan pendataan warga,” tutur Stanis yang juga legislator DPRD Kota Jayapura.
Dari pantauan media ini, perayaan syukur Natal dan lepas sambut tahun 2022-2023 itu baru berakhir dengan tertib sekitar pukul 23.00 Wit. Ribuan warga larut dalam Bahagia dengan berdansa dan menarikan tarian khas NTT. Bahkan, para tamu dan undangan turut menari dan bernyanyi bersama. (Adm)















