Jayapura, Teraspapua.com – Setelah melakukan pelantikan Pengurus IKAPTK Kabupaten Kepulauan Yapen pada tanggal 3/7/2023) lalu, agenda berikut DPN IKAPT, bakal melantuk Pengurus Kabupaten Waropen.
“Agenda kita dua minggu ke depan akan bertolak ke Kabupaten Waropen untuk melantik IKAPTK Kabupaten Waropen,” kata Komisioner V Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamong Prajaan (IKAPTK) Dr. Benhur Tomi Mano, MM kepada Teraspapua.com usai silaturahmi dan berbagi kasih di Musola An-Nahl, jalan matoa dua Koya Timur, Sabtu (22/7/2023).
Menurut BTM sapaan akrabnya, saat ini, pihaknya sementara melakukan koordinasi untuk penentuan tanggal pelantikan, sementara SK pelantikan, satu dua hari ini di terimah dari pengurus pusat.,” tandasnya.
Agenda berikut dari alumni pamong praja tutur BTM, yaitu melakukan seminar nasional penyelamatan gugusan gunung siklop yang hampir punah dan rusak.
“Seminar nanti kami akan menghadirkan mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu sebagai pembicara utama dan juga kepala Balai Konservasi Alam,” terang BTM .
Menurut Tenaga Ahli Menteri Sosial ini, dalam pengembangan Papua ke depan, yang sudah dimekarkan menjadi empat Provinsi, maka tentu berpengaruh kepada pendapatan asli daerah (PAD).
Maka IKAPTK berkomitmen untuk membuat seminar tentang strategi peningkatan PAD. pasca pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB).
“Dalam seminar ini, kami akan menghadirkan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sebagai pemateri, ”ungkap BTM.
Bahlil Lahadalia akan memberikan masukan-masukan untuk meningkatkan investasi di daerah. Sementara Menkeu Sri Mulyani akan memberikan materi tentang penataan keuangan antara pusat dan daerah.
“Serta bagaimana kita mengembangkan potensi-potensi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah di 3 provinsi baru,” imbuhnya.
Ditambahkan BTM, pihaknya juga akan menghadirkan para Gubernur, Ketua DPR dan badan perencanaan pembangunan Daerah.
“Untuk waktu seminar kita sementara melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan dan Menteri investasi, apakah mereka akan hadir secara fisik atau secara virtual,” pungkas mantan Wali Kota Jayapura dua periode itu.
(Har/Ricko)








