BP YPK di Tanah Papua Gelar Rapat Bersama 21 Kepala Sekolah, Ini Yang Dibahas

Jayapura, Teraspapua.com – Badan Pengurus Yaysan Pendidikan Kristen (BP YPK) di tanah Papua mengumpulkan 21 kepala sekolah baik tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK di kantor kota emas setempat, Rabu (4/10/2023).

Hal itu dilakukan untuk mengevaluasi kinerja kepala-kepala sekolah YPK, khususnya dalam penerapan implementasi kurikulum merdeka pada masing-masing sekolah.

Rapat evaluasi, dipimpin langsung Ketua BP YPK, Joni Y. Betaubun, SH, MH didampingi Ketua Dewan Pengawas YPK, Khristhina Luluporo, S, IP, M. AP, Direktur Eksekutif, Dra. Christina Dwisunu Widyastuti, M.Pd, Sekertaris BP YPK, Pdt Syahnur Abbas, S, Th., M dan pengurus YPK lainnya, serta dihadiri sekretaris dan wakil sekretaris Sinode GKI di tanah Papua.

Usai rapat evaluasi Joni Y. Betaubun menyebutkan, dalam rapat tersebut penekanannya lebih banyak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga terkait dengan implementasi kurikulum merdeka belajar.

“Harapan kita, meskipun kepala sekolah itu sudah lama mengabdi, tetapi saya minta untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karena kita juga lagi mengevaluasi kerja-kerja kepala sekolah, sehingga harus berinovasi, tetapi juga implementasi Kurikulum Merdeka harus dilakukan.” Papar Betaubun.

Dikatakan, untuk mengukur siapa yang layak menjadi kepala sekolah, bukan dilihat dari siapa dia. Tetapi yang terpenting lanjut pira yang akrab disapa JB ini, kepala sekolah punya kemauan untuk bekerja dan berinovasi, demi kemajuan sekolah, dengan mengatur manajemen sekolah yang baik.

“Kepala sekolah yang baik itu, harus datang sebelum guru datang dan pulang setelah siswa pulang. Itu yang namanya kepala sekolah yang melayani.” Tandas JB.

Selain evaluasi kata Betaubun, dalam rapat tersebut juga dibicarakan terkait kegiatan jalan santai BP YPK, dalam rangka menyambut HUT GKI ke-67 dan natal YPK.

“Kita keluarga besar BP YPK di tanah Papua bersama dengan para guru, siswa dan juga BPH Sinode, kita akan jalan santai bersama dalam rangka menyambut HUT GKI ke 67.” Pungkasnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Sinode GKI di tanah Papua, Pdt. Daniel J. Kaigere mengatakan, kinerja kepengurusan YPK yang baru, sudah sesuai dengan harapan Sinode, untuk peningkatan dan kemajuan YPK.

Dimulainya pekerjaan BP YPK dengan kengan beberap FGD yang telah dilakukan ujar Kaigere, menunjukan keseriusan BP YPK, dengan berbagai masukan dari kabupaten/kota kepada BP Sinode, terkait kinerja pengurus YPK.

“Dengan demikian kami berharap, dengan selesainya seluruh FGD nantinya, maka seluruh PSW di kabupaten/kota, dapat menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan oleh BP YPK.” Ujar Kaigere.

Sementara itu Direktur Eksekutif YPK, Christina Dwisunu Widyastuti menyebutkan, pertemuan tersebut guna menggali informasi, tentang implementasi Kurikulum Merdeka di setiap sekolah.

Dikatakan, pada umumnya sekolah-sekolah YPK belum mengadakan workshop Kurikulum Merdeka. Hal ini kata Widiastuti, bukan hanya karena keterbatasan dana, tetapi juga panggilan-panggilan dari pemerintah daerah untuk kegiatan-kegiatan tersebut, tidak mencakup sekolah-sekolah swasta.

“Sehingga kami dari BP YPK berinisiatif, untuk melaksanakan workshop Implementasi Kurikulum Merdeka. Karena di tahun 2024, pemerintah akan mencanangkan pemberlakuan Kurikulum Merdeka.” Papar Widiastuti.

Ditambahkan, BP YPK tidak ingin guru-guru YPK ketinggalan dan bisa mempersiapkan administrasi, untuk melengkapi diri dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

Lanjut kata mantan kepsek SMA Negeri 2 Jayapura itu, dalam waktu dekat BP YPK akan melaksanakan rapat kerja untuk kepala-kepala sekolah, dengan tujuan agar seluruh kepala sekolah YPK mempunya kesamaan persepsi, sesuai visi dan misi BP YPK.

“Kami berupaya agar persepsi semua kepala sekolah sama dan tidak berbeda-beda. Kami sesuaikan dengan visi dan misi BP YPK. Sehingga program-program yang dituangkan oleh kepala sekolah itu sama dan bermuara pada kesuksesan BP YPK di tanah Papua.” Pungkasnya.

(Har)