Jayapura,Teraspapua.com – Kapolda Papua diminta untuk merespon dengan cepat soal laporan terkait dugaan pencemaran nama baik, yang diduga dilakukan oleh Calon Gubernur Papua Benhur Tommy Mano (BTM), saat melakukan orasi kampanye di Perumahan Organda Padang bulan, Hedam, Heram, Kota Jayapura beberapa waktu lalu.
Demikian pernyataan itu disampaikan oleh Willem Sroyer, kepada awak media di Jayapura, Jumat (15/11/2024).
Willem menjelaskan, laporannya sudah masuk hampir satu bulan, namun Polda Papua tidak pernah ada menghubungi saya untuk laporan saya yang sudah masuk.
Saya melihat Polda Papua kurang responsif dalam menangani laporan saya. Jadi, saya minta kepada Kapolda melihat bawahannya, karena terkesan lambat dalam merespon permasalahan yang terjadi.
“Kapolda harus jeli melihat itu, sehingga ada efek jerah kepada yang bersangkutan, yang sudah mencemarkan nama baik saya,” tandasnya.
Ditambahkan Willem, hingga kini BTM belum pernah datang ke rumah saya untuk meminta maaf secara langsung.
Lalu terkait pertemuan BTM dengan Mananwir Keret Sroyer, Samuel Sroyer di Sorido, Kabupaten Biak, Sabtu, 16 Agustus 2024, Willem Sroyer menilai hal itu tidak sah.
“Sebab, yang dilakukan Mananwir Samuel Sroyer melanggar tatanan adat,” tegas Willem.
“Itu bukan solusi yang beliau jalankan. Sebab, dalam statemen dia yang disampaikan 19 Oktober, menolak segala permintaan dari pak BTM. Itu satu kesalahan yang dibuat Mananwir Samuel Sroyer. Dia bukan mananwir, secara gentlemen mestinya bukan melakukan seperti itu,” pungkasnya.














