Jayapura, Teraspapua.com – Program pelatihan Government Transformation Academy (GTA) dari Akademi Digitalent KOMDIGI Kementerian Komunikasi dan Informatika RI kembali digelar di Jayapura, Papua.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi digital bagi ASN, TNI, dan Polri di lingkungan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Pelatihan GTA kali ini bekerja sama dengan Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia Provinsi Papua (DPW APWI Papua) dan didukung penuh oleh Kepala
BPSDM Provinsi Papua. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara luring (offline) dan gratis tanpa biaya tambahan.
Pelatihan bertema “Fasilitator Pembelajaran Digital Menengah” ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 20–22 Mei 2025, dengan total 39 peserta yang terdiri dari Widyaiswara se-Provinsi Papua, pejabat struktural, dan staf penyelenggara pelatihan BPSDM Papua.
Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital, Noor Iza menyambut baik kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen kita dalam membangun ASN yang adaptif dan proaktif menghadapi era digital. Penguasaan teknologi digital adalah kunci menciptakan birokrasi modern yang transparan dan responsif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan otomatisasi telah mengubah cara kerja pemerintahan secara global. Oleh karena itu, ASN perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu mengoptimalkan teknologi dalam berbagai aspek, seperti administrasi, pelayanan publik, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja GTA, Yuliar M. Zega, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung percepatan transformasi layanan publik berbasis digital.
“Peserta akan mendapatkan pemahaman mendalam terkait arsitektur SPBE, mulai dari prinsip keamanan, domain proses bisnis, layanan, aplikasi, hingga infrastruktur digital pemerintahan,” jelasnya.
Dengan pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di instansinya masing-masing dan menyebarkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung transformasi digital yang berkelanjutan di lingkungan birokrasi Papua.
(HR)








