Menjelang PSU Papua, Rumah BTM Dipadati Warga: Dukungan Mengalir Tanpa Henti

Suasana warga berdatangan di kediaman BTM (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Suasana politik di Provinsi Papua terus memanas menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025. Dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur berlomba-lomba meraih simpati rakyat dengan berbagai pendekatan.

Namun, dari dua kandidat yang bertarung, pasangan calon nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), tampak lebih dominan mendapat perhatian publik.

Antusiasme masyarakat terlihat dari kediaman BTM di Jalan Jeruk Nipis, Kota Raja, Jayapura, yang hampir setiap hari dipenuhi warga dari berbagai suku dan latar belakang.

Pantauan Teraspapua.com, sejak pukul 08.00 WIT pagi ini, warga datang secara bergelombang. Tak hanya menyampaikan dukungan, mereka juga membawa tim doa yang mendoakan kemenangan pasangan BTM–CK dalam PSU mendatang.

BTM dikenal sebagai sosok pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Selama menjabat sebagai Wali Kota Jayapura dua periode, ia tidak pernah membatasi akses warga untuk bertemu dengannya, baik anak-anak hingga orang dewasa, dari kalangan. Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP.

“Pintu pagar rumah Pak BTM selalu terbuka, dari pagi hingga malam. Siapa pun bisa datang menyampaikan dukungan, baik secara pribadi maupun melalui kelompok, organisasi, hingga paguyuban,” ujar warga Mamberamo Tengah, David Pagawak yang datang untuk mengkomunikasikan rencana deklarasi dukungn masyarakat Mepago dan Lapago kepada BTM-CK .

Popularitas BTM juga terlihat dari banyaknya undangan yang ia terima sebagai pembicara atau tamu kehormatan dalam berbagai acara komunitas, organisasi, paguyuban, hingga gereja. Bahkan, beberapa deklarasi dukungan resmi terus bermunculan dari berbagai elemen masyarakat.

Sejak ditetapkan oleh KPU Papua sebagai pasangan calon nomor urut 1, nama BTM dan CK semakin kuat di hati masyarakat. Banyak warga menaruh harapan besar kepada dua tokoh
Papua asal, wilayah Tabi dan Saireri itu untuk membawa perubahan nyata bagi Papua.

BTM sendiri menegaskan bahwa ia tidak pernah menolak kehadiran siapa pun yang ingin menemuinya.

“Saya percaya, setiap orang yang datang membawa niat baik untuk Papua,” ujarnya singkat kepada media ini.

(HR)