“BTM di Laut, Rakyat Menyambut”: Dukungan Mengalir dari Pemuda hingga Ketua GIDI di Atas Kapal Cantika Lestari 77

suasana BTM bersama penumpang KM Cantika Lestari 77 (foto istimewah)

Sarmi, Teraspapua.com – Di tengah debur ombak perairan Sarmi, Papua, Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menyeberangi lautan dari Kota Jayapura menuju Kabupaten Mamberamo Raya menggunakan Kapal Cantika Lestari 77, Rabu (18/6/2025).

Bukan sekadar perjalanan laut biasa, kehadiran BTM di kapal umum ini menjadi momen emosional dan penuh makna, karena ia disambut antusias oleh ratusan penumpang yang turut dalam pelayaran itu.

Didampingi sang istri, Ibu Kristhina Luluporo Mano, serta tim pemenangan, BTM memilih menyatu bersama masyarakat ketimbang menggunakan transportasi eksklusif.

Di atas kapal, dukungan mengalir deras dari berbagai kalangan pemuda, warga kampung, hingga tokoh agama, yang semuanya menyatakan komitmennya untuk kembali memilih BTM dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan digelar pada 6 Agustus 2025.

Salah satu penumpang, Tom Asalwa, warga Danau Bira, Distrik Mamberamo Tengah, bahkan mengaku sengaja memilih jadwal keberangkatan kapal Cantika Lestari 77 agar bisa berjumpa langsung dengan calon gubernur yang mereka yakini sebagai pemimpin sejati Papua.

“Ini momen bersejarah. Kami semua pendukung BTM dan sudah pilih beliau di Pilgub lalu. Untuk PSU nanti, dukungan pasti bertambah. Ini bukan soal partai, ini soal harga diri anak Tabi,” ujar Tom penuh keyakinan.

Menurutnya, masyarakat Mamberamo Raya menaruh kepercayaan penuh pada BTM, yang dikenal sebagai putra asli Tanah Tabi, tokoh pemersatu, dan pemimpin yang rendah hati serta dekat dengan rakyat.

“BTM satu-satunya calon yang kami kenal dan percaya. Semua akan pilih nomor satu. Tidak bisa dibeli dengan uang. Kami pulang kampung untuk menangkan beliau,” lanjutnya.

Dukungan tak hanya datang dari warga biasa. Pdt. Markus Meop, Ketua Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Pantai Utara (Pantura), yang juga mencakup wilayah Mamberamo Raya, turut menyuarakan dukungannya langsung kepada BTM di buritan kapal.

“Kami jemaat GIDI di wilayah Pantura sudah sepakat sejak awal untuk mendukung dan memenangkan BTM sebagai Gubernur Papua. Itu sudah kami nyatakan di Pilkada lalu, dan akan kami ulangi lagi di PSU,” tegas Pdt. Meop.

Ia menyebut pertemuan di atas kapal itu sebagai momen ilahi, di mana kehendak Tuhan sedang dinyatakan melalui rakyat yang bersatu memilih pemimpin mereka.

“Suara rakyat adalah suara Tuhan. Kalau Tuhan sudah tetapkan pak BTM jadi Gubernur, tidak ada kuasa apa pun yang bisa gagalkan. Tuhan sudah buka jalannya,” tuturnya penuh keyakinan.

Setelah tiba di Mamberamo Raya, Benhur Tomi Mano dijadwalkan melakukan kampanye langsung dan safari politik di beberapa titik strategis. Lokasi yang akan dikunjungi antara lain Teba, Bagusa, Trimuris, dan Kasonaweja—daerah-daerah yang menjadi kantong suara penting di wilayah tersebut.

Perjalanan laut menggunakan kapal umum menjadi bagian dari strategi kampanye BTM yang terus menekankan kesederhanaan dan kedekatan dengan masyarakat akar rumput. Ini sejalan dengan citra yang selama ini melekat pada dirinya: pemimpin merakyat, sederhana, dan tidak menciptakan jarak dengan rakyatnya.

Dengan memilih naik kapal bersama rakyat, BTM menunjukkan bahwa kampanye bukan hanya tentang janji politik, tetapi soal kehadiran dan kedekatan. Di tengah kecenderungan politik uang dan pragmatisme partai, BTM mengedepankan ketokohan, rekam jejak, dan ikatan emosional dengan masyarakat.

Sementara pasangan BTM – CK, juga aktif melakukan konsolidasi di wilayah adat Saireri, keduanya menjelma menjadi simbol persatuan antara dua wilayah adat besar di Papua—Tabi dan Saireri—yang kini bersatu dalam visi dan perjuangan.

Kapal Cantika Lestari 77, yang hari itu melintasi laut menuju Mamberamo Raya, bukan hanya membawa penumpang, tetapi juga membawa harapan. Harapan rakyat Papua akan hadirnya pemimpin yang benar-benar memahami isi hati mereka, hadir dalam suka dan duka, dan mampu membawa perubahan nyata.

Dalam diamnya debur ombak, dalam riuhnya suara rakyat di geladak kapal, satu hal menjadi jelas: BTM tidak hanya melaju di atas laut, tetapi juga mengalir dalam hati rakyat yang siap memilihnya kembali.

(Nv/Hr)