Warisan Lukas Enembe Jadi Spirit BTM Bangun Papua Bersama Rakyat, Kantor Gubernur Papua 12 Lantai Dibangun Untuk Anak Tabi

Calon gubrnur Papua bersama ketua Kelom[ok Tani Arso XIV (foto Arche/Teraspapua.com)

Keerom, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih yang mendalam kepada almarhum Gubernur Papua, Lukas Enembe, atas kontribusinya dalam membangun fondasi penting bagi masa depan Papua.

Salah satu warisan paling monumental yang disebut BTM adalah pembangunan Kantor Gubernur Papua 12 lantai, yang kini menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan Papua, khususnya dari wilayah Tabi dan Saireri.

“Saya sampaikan terima kasih kepada bapak Gubernur Papua (almarhum) Lukas Enembe, yang telah membangun kantor gubernur 12 lantai. Itu disiapkan untuk anak Papua seperti saya, Benhur Tomi Mano, yang siap melanjutkan perjuangan beliau,” ujar BTM saat menyapa masyarakat dalam kunjungan politiknya ke Kabupaten Keerom, Senin (23/6/2025).

BTM menegaskan bahwa dirinya bukan hanya datang sebagai kandidat gubernur, melainkan sebagai penerus perjuangan Lukas Enembe yang telah memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Payung besar itu memang sudah patah, tapi saya hadir sebagai pengganti payung tersebut. Saya akan teruskan pengabdian dan pelayanan kepada seluruh rakyat Papua, termasuk mereka yang datang dan tinggal di wilayah Keerom,” tegasnya, yang disambut antusias oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut bukan hanya simbolik. Sebagai mantan Wali Kota Jayapura dua periode, BTM dikenal sebagai pemimpin yang berpihak pada rakyat kecil, menjunjung tinggi nilai persatuan, dan fokus pada pelayanan publik yang inklusif dan merata.

Dalam kunjungannya ke Keerom, BTM juga menyampaikan pesan persatuan dan kebangsaan yang kuat. Ia menegaskan bahwa semua orang yang tinggal dan hidup di tanah Papua, termasuk pendatang dari wilayah pegunungan, adalah bagian dari keluarga besar Papua.

“Masyarakat dari pegunungan yang tinggal di satu kota dan delapan kabupaten, akan bersama saya dan Bapak Constant Karma untuk membangun Papua bersama-sama,” ucapnya.

“Batu yang jatuh dari gunung tidak akan kembali ke puncaknya, tapi akan menetap di tanah. Begitu juga dengan masyarakat pegunungan yang kini tinggal di Tabi dan Saireri—mereka adalah bagian dari Papua, bagian dari kita. Karena kita semua adalah bersaudara.”

Pernyataan ini disambut tepuk tangan panjang dari warga Keerom yang hadir, menandakan harapan dan semangat baru bagi Papua yang inklusif dan bersatu.

Dalam setiap kunjungannya, BTM tidak hanya menyampaikan visi politik, tetapi membawa pesan pelayanan dan kerendahan hati. Ia menegaskan bahwa dirinya hadir bukan sebagai elit yang ingin berkuasa, melainkan sebagai pelayan rakyat.

“Saya tidak datang hanya sebagai calon gubernur. Saya hadir sebagai pelayan rakyat yang siap mendengarkan, hadir, dan bekerja nyata demi kemajuan Papua secara menyeluruh,” tegas BTM.

Dengan pengalaman birokrasi yang mumpuni dan rekam jejak kepemimpinan yang terbukti, BTM bersama pasangannya, Constant Karma, terus menyuarakan gagasan-gagasan besar untuk Papua—dari keberlanjutan pembangunan, pemenuhan hak dasar masyarakat, hingga pelayanan publik yang manusiawi dan berkeadilan.

Kunjungan BTM ke Keerom menjadi momentum penting yang memperkuat dukungan masyarakat terhadap pasangan BTM–CK dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua yang
akan digelar pada 6 Agustus 2025 mendatang. Semangat yang diusung bukan sekadar soal politik, tapi tentang kelanjutan perjuangan, persatuan, dan harapan baru bagi seluruh rakyat Papua.

Dengan slogan “Papua Bersatu, Papua Melayani”, BTM–CK berkomitmen untuk hadir sebagai pemimpin yang tidak hanya memimpin dari atas, tetapi berdiri bersama rakyat di
garis depan perubahan.

(Hr/Rck)