Kaureh, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), kembali melanjutkan agenda kampanyenya di Kampung Sebum, Lereh, Distrik Kaure Kabupaten Jayapura .
Didampingi sang istri, Ibu Kristhina Luluporo Mano, BTM meresmikan Posko Tim Kerja Garuda Nusantara di Distrik Kaureh, Sabtu (10/7/2025).
Peresmian ini dilakukan setelah sebelumnya BTM juga meresmikan Posko Pemenangan BTM-CK di Kampung Bundru, Distrik Yapsi. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan tatap muka bersama masyarakat di wilayah Lere untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka.
Namun, di Distrik Kaure, dukungan masyarakat terhadap BTM tampaknya sudah tak perlu diragukan lagi. Hal ini ditegaskan langsung oleh Ondoafi Kaure, Yance Masite, yang menyampaikan bahwa sosok BTM sudah sangat dikenal dan dicintai oleh warga setempat.
“Bapak Benhur Tomi Mano adalah orang pertama yang membuka wilayah ini. Masyarakat Kaure sudah sangat mengenal beliau. Jadi tidak perlu lagi kampanye di sini,” tegas Ondoafi Yance Masite dalam sambutannya.
Menurut Ondoafi, masyarakat Kaure telah memiliki ikatan emosional yang kuat dengan BTM sejak lama, berbeda dengan wilayah Lere yang dihuni oleh banyak pendatang baru dari wilayah timur Indonesia yang bekerja sebagai karyawan di sektor perkebunan.
“Kalau di Yapsi memang perlu kampanye karena banyak orang baru. Tapi di Kaure, masyarakat sudah tahu siapa BTM. Dulu hanya Distrik Kaure yang dibuka oleh beliau, sedangkan Yapsi itu wilayah baru,” katanya.
Ia menambahkan, “Di Kaure, bapak Tomi Mano tidak perlu ragu. Kami semua berdiri di belakang beliau. Masyarakat di sini sudah bulat mendukung pasangan BTM–CK sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.”
Ondoafi Yance juga mengajak seluruh masyarakat Nusantara yang tinggal dan bekerja di wilayah perkebunan kelapa sawit agar bersatu merebut kemenangan untuk BTM dan Constant Karma. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan dari anak-anak asli Papua, khususnya dari wilayah Tabi dan Saireri.
“Anak Tabi-Saireri harus memimpin negeri ini. Kita harus menjaga tanah dan negeri kita. Kalau orang lain yang pimpin, bisa-bisa tanah kita habis dan kita tersisih di atas tanah sendiri,” ucapnya.
Ia pun menegaskan kembali bahwa bagi masyarakat Kaure, Benhur Tomi Mano sudah menjadi pilihan pasti. “Saya tegaskan lagi, bapak Tomi Mano adalah Gubernur Papua. Di sini tidak perlu kampanye,” tegas Ondoafi.
Menanggapi pernyataan Ondoafi Kaure, BTM menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan keyakinan masyarakat terhadap dirinya. Ia juga mengakui bahwa wilayah Kaure dan Lere memang memiliki hubungan historis dengan dirinya.
“Waktu saya menjabat sebagai camat dulu, wilayah Yapsi belum seperti sekarang. Saya harus jalan kaki ke kampung-kampung seperti Sebum, Lafua, Soskotek, Umron, Yadaw dan Pagai untuk melayani masyarakat,” kenang BTM.
BTM juga menceritakan bagaimana keterbatasan infrastruktur di masa lalu tidak menghalangi semangat pelayanan.
“Dulu belum ada kendaraan. Kami naik pesawat Merpati, penumpang hanya delapan orang,”ucapnya.
Ia pun menegaskan bahwa kehadirannya kali ini adalah untuk melihat kembali jejak langkah dan komitmennya terhadap masyarakat.
“Hari ini saya datang untuk melihat kembali tapak kaki saya di sini. Saya tidak ingin hanya berjanji, tapi benar-benar mendengar dan melayani,” ujar BTM.
Dalam kesempatan tersebut, BTM juga mengingatkan aparat keamanan untuk tidak melakukan tindakan intimidasi terhadap masyarakat selama proses demokrasi berlangsung.
“Saya minta dengan hormat kepada aparat keamanan, jangan intimidasi rakyat saya. Jangan teror rakyat saya. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hormati rakyat Papua,” pungkasnya.
(Har/Rck)








