BTM-CK Panen Dukungan di Kota Karang Panas, Biak Numfor Bungkus Suara

BTM saat belanja pinang usai tatap muka dengan relawan Anak Negeri Swapor (RANS)

Biak, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), melanjutkan safari politiknya dengan melakukan tatap muka bersama Relawan Anak Negeri
Swapor (RANS) dan masyarakat Swapodibo, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (18/7/2025).

Pertemuan tersebut menjadi ajang konsolidasi dan penyampaian komitmen dari masyarakat lokal, khususnya para relawan, yang menyatakan dukungan penuh terhadap pasangan Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM–CK) dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua 2025.

Ketua Relawan Swapor, Nehemia Rosumbre, dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya terus membangun koordinasi dengan berbagai kelompok relawan lain, baik yang berada di kampung-kampung maupun di wilayah perkotaan Biak. Menurutnya, semangat untuk memenangkan pasangan BTM–CK terus menguat di kalangan masyarakat akar rumput.

“Relawan Swapor solid. Kami tidak hanya hadir, tapi siap bekerja dan bergerak hingga ke pelosok. Semua demi kemenangan pasangan nomor urut 1,” ujar Nehemia.

Ia juga menyatakan bahwa hampir di setiap titik di Biak, antusiasme masyarakat sangat besar untuk memenangkan BTM–CK, yang dinilai sebagai sosok pemimpin berpengalaman dan bersih.

Mengawali sambutannya, Benhur Tomi Mano menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan luar biasa dari masyarakat Biak Numfor. Ia menyinggung dinamika politik di Pilkada sebelumnya, termasuk penangkapan Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Herry Aryo Naap, yang menurutnya merupakan bagian dari skenario politik yang bertujuan menjatuhkannya.

“Ketua DPD kami ditangkap karena mereka ingin saya kalah di Biak. Tapi Tuhan tidak akan membiarkan anak-Nya dipermalukan. Pilkada 2024 saya sudah menang dan Tuhan jaga suara itu sampai tanggal 6 Agustus nanti,” tegas BTM.

Dalam kesempatan tersebut, BTM juga menunjukkan kalung adat yang dikenakan oleh dirinya sebagai simbol restu dari Ketua Dewan Adat Papua, Yan Pieter Yarangga. Kalung tersebut diberikan secara langsung dalam upacara adat yang disaksikan oleh para Mananwir.

“Saya datang mengetuk pintu, dan masyarakat adat membukakan pintu bagi saya. Saya, anak adat dari Tabi, negeri matahari terbit, saya datang ke Saireri, dengan hormat,” katanya.

BTM menegaskan bahwa ia tidak sendiri. Ia menggandeng Constant Karma sebagai calon Wakil Gubernur, yang merupakan tokoh adat dan birokrat senior asal Saireri, serta mantan Sekda Papua dan Penjabat Gubernur Papua.

“Constant Karma adalah sosok yang punya keahlian dalam pemerintahan. Ibu Megawati Soekarnoputri pun memilih beliau untuk mendampingi saya. Ini perpaduan yang tepat: Tabi dan Saireri,” jelasnya.

BTM mengajak seluruh masyarakat dan relawan untuk tetap waspada terhadap praktik politik uang menjelang PSU. Ia mengungkapkan bahwa potensi kecurangan bisa terjadi, salah satunya melalui pembelian suara.

“Mereka akan datang bawa Rp300 ribu, Rp500 ribu, bahkan satu juta. Ambil saja kalau dikasih, tapi jangan pilih mereka. Pilih nomor 1. Jaga TPS baik-baik, jangan sampai suara 100% jadi 50%,” tegas BTM.

Ia juga memastikan bahwa seluruh TPS di satu kota dan delapan kabupaten akan dijaga oleh relawan yang siap mengawal proses hingga selesai.

“Saya yakin dan percaya, Kabupaten Biak Numfor adalah milik PDI Perjuangan. Partai kami akan mendukung 100% kader yang dititipkan oleh Ibu Megawati,” ujarnya.

BTM menyampaikan bahwa hasil survei dari empat lembaga pada Juni 2025 menunjukkan elektabilitas BTM–CK berada di atas pasangan nomor urut 2, Mari–Yo. Ia juga menegaskan bahwa sejumlah partai yang secara formal mendukung pasangan lain, ternyata sebagian besar kadernya justru mendukung BTM–CK.

Ia menyinggung pula komitmen politiknya yang sudah disepakati bersama mantan Herry Aryo Naap, mantan Bupati Biak Numfor, yakni mendukung pemekaran Provinsi Papua Utara yang mencakup Biak Numfor, Supiori, Waropen, dan Kepulauan Yapen.

“Mananwir sudah sepakat, tokoh pemuda, perempuan sudah sepakat, paguyuban-paguyuban juga sepakat. Ini lahir dari kader-kader PDI Perjuangan,” jelas BTM.

Menanggapi isu miring yang menyebutkan bahwa jika gubernur dari PDI Perjuangan maka program tidak akan jalan, BTM dengan tegas membantah dan menyebut hal itu sebagai kebohongan politik.

“Itu hanya cara mereka menipu rakyat untuk meraih suara. Jangan percaya! Kita harus bicara kebenaran kepada rakyat,” tegasnya lagi.

BTM pun menutup orasinya dengan keyakinan penuh bahwa Kabupaten Biak Numfor akan menjadi lumbung suara bagi pasangan BTM–CK.

“Saya percaya, relawan dan masyarakat sudah dengar dan mengerti. Apa yang terikat di bumi, terikat di surga. Mari kita komitmen, bersama-sama membangun Papua,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mananwir Waropen, Yunus Rumaropen, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap calon Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, yang disebut menolak
dirinya bergabung dalam tim.

“Saya mau ikut mereka, tapi Aryoko melarang. Saya berdiri di pantai Yenures, saya hormat anak-anak yang berlayar, tapi ingat, kamu takkan sampai karena kamu tinggalkan orang tua—pemilik kampung dan pemilik marga besar Rumaropen di kabupaten ini,” tegas Yunus dengan nada kecewa.

Usai tatap muka BTM di damping Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun dan Anggota DPR RI Ruth Naomi Rumkabu memborong pinang yang dijual oleh mama-mama papua asal Biak. Hal tentu sebagai bagian untuk memperkuat ekenomi keluarga mama-mama penjual pinang.

(har/rck)