Nuansa Adat dan Dukungan Massal Warnai Kedatangan BTM-CK di Senggi

Senggi, Teraspapua.com – Ribuan warga dari berbagai distrik di Kabupaten Keerom dan Kahupaten Jayapura menyambut kedatangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), dalam suasana meriah dan penuh nuansa adat di Lapangan Senggi, Distrik Senggi, Sabtu (1/8/2025).

Kedatangan BTM dan CK yang turut didampingi oleh istri masing-masing, yakni Ibu Kristhina Luluporo Mano yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua dan Ibu Regina Rumbiak Karma, disambut secara adat oleh masyarakat Kampung Terse, Distrik Senggi.

Penyambutan dilakukan melalui tarian adat serta pengalungan noken dan pemakaian topi khas adat Papua sebagai simbol penghormatan dan penerimaan.

Upacara adat tersebut dipimpin langsung oleh Ondoafi Senggi, Matias Mangu, bersama Kepala Suku Kampung Molof, Stevanus Tiar.

Dalam prosesi tersebut, Ondoafi memakaikan topi adat dan menyerahkan noken kepada kedua calon sebagai lambang kebesaran dan penghargaan, serta sebagai bentuk komitmen masyarakat untuk mendukung pasangan BTM-CK sebagai representasi dari wilayah adat Tabi dan Saireri.

“Ini bukan hanya seremoni, tetapi lambang bahwa masyarakat di sini siap memberikan dukungan kepada pemimpin yang memahami adat, budaya, dan kebutuhan orang Papua,” ujar Matias Mangu.

Dalam momen sakral tersebut, Matias Mangu juga menyerahkan sebuah terompet khas adat kepada BTM.

Terompet ini memiliki makna simbolik sebagai alat untuk memanggil dan menyatukan masyarakat, serta sebagai tanda bahwa pemimpin baru akan membawa semangat baru bagi Papua.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan antusiasme luar biasa dari masyarakat.

Ribuan warga yang datang dari berbagai kampung di Distrik Senggi memadati lapangan.

Bahkan, ratusan warga dari Distrik Airu dan Distrik Waris turut hadir untuk menyaksikan secara langsung orasi politik dan pemaparan visi-misi BTM-CK.

Suasana lapangan terlihat didominasi warna merah. Para pendukung mengenakan kaos bergambar pasangan calon, sementara bendera PDI Perjuangan berkibar di setiap sudut, menciptakan atmosfer semangat dan solidaritas.

Sebelum menyampaikan orasi politik, pasangan calon terlebih dahulu didoakan oleh para pemuka agama. Doa bersama ini dilakukan sebagai bentuk penguatan spiritual menjelang kampanye terakhir yang dilakukan oleh pasangan BTM-CK.

(Har/Rck)