Jayapura, Teraspapua.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua telah menyelesaikan rapat pleno penetapan hasil sementara Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.
Dari data sementara yang dihimpun melalui aplikasi Sirekap, pasangan Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM–CK) masih unggul atas pasangan nomor urut 2, Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (Mari-Yo).
Hingga Jumat (15/8/2025), tercatat sudah ada enam kabupaten yang mengunggah formulir model D hasil ke sistem Sirekap. Berdasarkan data tersebut, pasangan BTM–CK unggul di tiga kabupaten, sementara Mari-Yo juga menang di tiga kabupaten lainnya.
Rekapitulasi PSU dari 6 Kabupaten:
1. Kabupaten Waropen
– BTM–CK: 12.310 suara
– Mari-Yo: 9.051 suara
2. Kabupaten Supiori
– BTM–CK: 6.789 suara
– Mari-Yo: 6.791 suara
3. Kabupaten Keerom
-.BTM–CK: 15.294 suara
– Mari-Yo: 24.752 suara
4. Kabupaten Kepulauan Yapen
– BTM–CK: 28.834 suara
– Mari-Yo: 29.512 suara
5. Kabupaten Sarmi
– BTM–CK: 10.754 suara
– Mari-Yo: 6.716 suara
6.Kabupaten Jayapura
– BTM–CK: 44.627 suara
– Mari-Yo: 38.377 suara
Total Sementara:
BTM–CK : 118.608 suara
Mari-Yo : 115.199 suara
Selisih. : 3.409 suara untuk keunggulan BTM–CK
Dengan keunggulan tipis tersebut, kontestasi pemilihan gubernur Papua melalui PSU ini masih sangat dinamis. Hasil sementara ini mencerminkan persaingan ketat antara kedua pasangan calon.
Kemenangan BTM–CK tercatat di Kabupaten Waropen, Sarmi, dan Jayapura, yang merupakan salah satu basis utama kekuatan pasangan tersebut. Sementara itu, Mari-Yo menguasai Keerom, Yapen, dan unggul tipis di Supiori.
Hingga berita ini diturunkan, proses rekapitulasi berjenjang masih dilakukan di Kota Jayapura, Kabupaten Biak Numfor, dan Kabupaten Mamberamo Raya.
KPU Papua menyatakan bahwa proses unggah data ke sistem Sirekap akan terus diperbarui secara real time, dan hasil resmi akan diumumkan setelah seluruh tahapan rekapitulasi di tingkat provinsi selesai dilakukan.
Dengan perolehan suara yang sangat ketat, publik kini menunggu hasil akhir dari PSU Pilgub Papua 2025, yang akan menentukan siapa pemimpin baru Bumi Cenderawasih untuk lima tahun ke depan.
(Red)














