Yustus Pondayar Pimpin Fakultas Hukum Uncen 2025–2029, Usung Transformasi Berbasis Papua

Jayapura, Teraspapua.com – Senat Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi menetapkan Yustus Pondayar sebagai Dekan Fakultas Hukum untuk periode 2025–2029.

Pondayar unggul dalam pemilihan yang digelar Senin (22/9/2025), setelah meraih 13 suara dari total 23 suara sah senat. Ia mengalahkan pesaingnya, Hotlan Samosir, yang memperoleh 10 suara.

Dalam keterangan pers, Yustus Pondayar menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh tahapan penyampaian visi-misi hingga proses pemilihan dapat berlangsung dengan lancar.

Ia menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan amanah yang akan diwujudkan dalam bentuk program kerja nyata sesuai arah kebijakan yang telah ia paparkan di depan senat.

“Harapan saya, visi, misi, serta arah kebijakan yang telah disampaikan dapat dijalankan bersama-sama. Perbedaan di dalam organisasi adalah seni, dan justru itu menjadi kekuatan. Saya ingin membangun Fakultas Hukum melalui kerja kolaboratif, sinergis, dan partisipatif bersama seluruh dosen dan civitas akademika,” ungkapnya.

Dalam pemaparan visi-misinya, Pondayar menitikberatkan program pada peningkatan kualitas akademik, riset, tata kelola kelembagaan, serta perluasan jejaring kerja sama di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Ia menegaskan pentingnya transformasi Fakultas Hukum agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan akar budaya lokal Papua.

“Transformasi tidak bisa ditunda. Kita harus melakukan pembaruan kurikulum, memperkuat riset, menata tata kelola, meningkatkan sarana-prasarana, serta menjadikan Fakultas Hukum sebagai agen perubahan sosial. Semua itu tetap berpijak di tanah Papua, tetapi menatap dunia,” tegasnya.

Pondayar juga menyoroti sejumlah tantangan, antara lain mutu pembelajaran, produktivitas riset, keterbatasan sarana-prasarana, serta status akreditasi Fakultas Hukum Uncen yang masih berada di peringkat B. Menurutnya, semua hal tersebut harus segera dibenahi agar fakultas mampu meraih akreditasi unggul.

Visinya adalah menjadikan Fakultas Hukum Uncen sebagai pusat unggulan Tridharma Perguruan Tinggi berbasis Papua, berakar pada kearifan lokal, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Untuk itu, ia mengusung konsep Kampus Berdampak (Outcamp Basic Education).

Beberapa poin utama misi Yustus Pondayar meliputi, Penguatan kurikulum berbasis isu-isu kompleks Papua. Peningkatan riset tematik Papua serta mendorong publikasi ilmiah berkualitas.

Kemudian Perluasan penyuluhan hukum dan advokasi melalui Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), sekaligus memperkuatnya menjadi Organisasi Bantuan Hukum (OBH).

Pemberdayaan komunitas adat dan kelompok rentan, sehingga fakultas hadir langsung di tengah masyarakat. Modernisasi tata kelola kelembagaan, termasuk pengembangan kapasitas dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

Pengembangan jurusan baru serta percepatan pembukaan program S2 Kenotariatan dan S3 Ilmu Hukum. Penguatan peran alumni sebagai motor penggerak perubahan kelembagaan dan Perluasan Jejaring Internasional

Selain fokus pada penguatan internal, Pondayar juga menekankan pentingnya kerja sama internasional. Ia menyebut Timor Leste sebagai mitra strategis pertama untuk memperluas kolaborasi.

“Ke depan, kami akan menjalin kerja sama melalui MoU dan PKS dengan perguruan tinggi di Timor Leste. Bentuknya bisa berupa seminar internasional, kelas bilingual, hingga pertukaran dosen. Hal ini juga untuk menjawab Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi,” jelasnya.

Pondayar juga menegaskan bahwa alumni Fakultas Hukum Uncen memiliki peran besar dalam pembangunan lembaga. Ia berkomitmen untuk menjadikan alumni sebagai kekuatan bersama dalam mendukung percepatan transformasi fakultas.

“Komitmen ke depan harus visioner, kolaboratif, sinergis, dan berani melakukan terobosan. Alumni, dosen, mahasiswa, hingga jejaring kerja sama adalah kekuatan kita untuk membawa perubahan,” tutupnya.

Dengan terpilihnya Yustus Pondayar, civitas akademika Fakultas Hukum Uncen menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru ini. Periode 2025–2029 akan menjadi momentum penting untuk membawa Fakultas Hukum Uncen naik kelas, dari basis lokal Papua menuju daya saing global.
(Har/ Mr)