Pimpinan Fakultas Hukum Uncen Ikuti Workshop dan FGD Manajemen Risiko Perguruan Tinggi

Foto bersama Pimpinan Fakultas Hukum Uncen dan Staf usai Workshop dan FGD di Hotel Suni Abepura, Kamis 30 Oktober 2025 (foto Harley/Teraspapua.com).

Jayapura, Teraspapua.com – Dekan Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen), Yustus Pondayar bersama para wakil dekan menghadiri kegiatan Workshop dan Forum Group Discussion (FGD) Manajemen Risiko Perguruan Tinggi yang berlangsung di Hotel Suni Abepura, Kamis (30/10/2025).

Turut mendampingi, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerja Sama Dr. Marthinus Mambaya, Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Umum Farida Kaplele, serta Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Daniel Tanati. Kehadiran lengkap unsur pimpinan fakultas tersebut menunjukkan komitmen Fakultas Hukum Uncen dalam mendukung penerapan tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berkelanjutan melalui pendekatan manajemen risiko.

Dekan Fakultas Hukum Uncen Yustus Pondayar dalam keterangannya kepada Teraspapua.com menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas sivitas akademika dalam mengelola risiko institusional.

“Perguruan tinggi tidak hanya menghadapi risiko akademik, tetapi juga risiko keuangan, reputasi, dan teknologi. Melalui kegiatan ini, kita belajar bagaimana mengenali, menilai, dan memitigasi risiko secara sistematis agar keberlangsungan dan kredibilitas institusi tetap terjaga,” ujar Yustus Pondayar.

Ia menambahkan, penerapan manajemen risiko bukan semata kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya membangun sistem tata kelola universitas yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari penerapan budaya sadar risiko di lingkungan universitas, khususnya di Fakultas Hukum. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil didasarkan pada analisis risiko yang matang,” tandasnya.

Lebih lanjut, Pondayar menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar setiap unit kerja di lingkungan universitas mampu menyusun dan melaksanakan program berdasarkan analisis risiko yang terukur.

Menurutnya, setiap kegiatan, tugas, dan fungsi kelembagaan harus memperhitungkan potensi risiko yang mungkin timbul dalam pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan operasional sehari-hari.

“Workshop dan FGD Manajemen Risiko ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan tugas di Uncen, khussusnya Fakultas Hukum berjalan sesuai perencanaan dan tujuan organisasi. Semua itu tentu memerlukan pendekatan yang sistematis dan berbasis data,” jelasnya.

Penerapan manajemen risiko, kata Pondayar, merupakan instrumen penting dalam memastikan keberlanjutan, akuntabilitas, serta peningkatan mutu tata kelola perguruan tinggi, terutama di lingkungan Fakultas Hukum.

Pada kesempatan tersebut, Pondayar juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Rektor Universitas Cenderawasih beserta para Wakil Rektor yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami dari Fakultas Hukum memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Rektor dan para Wakil Rektor yang telah memprakarsai kegiatan ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dan bermanfaat bagi seluruh unit kerja di lingkungan Uncen,” ungkapnya.

Pondayar menegaskan bahwa Fakultas Hukum turut hadir secara penuh dalam kegiatan ini. Selain para wakil dekan, hadir pula kepala bagian, kepala tata usaha, serta para koordinator bidang akademik, keuangan, kepegawaian, dan kemahasiswaan.

“Kami hadir lengkap karena kami yakin kegiatan ini memberikan nilai tambah yang besar bagi peningkatan kapasitas pengelolaan fakultas. Semua unit kerja harus memahami pentingnya manajemen risiko dalam setiap aspek tugas dan fungsi mereka,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Uncen menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari perubahan menuju tata kelola universitas yang lebih baik. Kegiatan Workshop dan FGD Manajemen Risiko Perguruan Tinggi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembentukan peta risiko (risk map) serta strategi mitigasi di setiap unit kerja.

Pondayar berharap, budaya sadar risiko yang mulai diterapkan akan memperkuat kredibilitas institusi dan menjadi fondasi dalam mewujudkan Good University Governance (GUG) di Universitas Cenderawasih.

“Langkah ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk membangun universitas yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada mutu,” tutup Dekan Fakultas Hukum Uncen itu.

(har/veb)