Guru SMAN 4 Maluku Tengah, Yosep Tetelepta, Raih Juara 1 Guru Transformasi, Wakili Maluku ke Tingkat Nasional

Ambon, Teraspapua.com -Dunia pendidikan di Provinsi Maluku kembali menorehkan prestasi membanggakan. Guru SMA Negeri 4 Maluku Tengah, Yosep Tetelepta, berhasil meraih Juara 1 kategori Guru Transformasi dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Maluku Tahun 2025.

Atas pencapaian tersebut, Yosep Tetelepta akan mewakili Provinsi Maluku ke tingkat nasional pada ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional yang akan diselenggarakan pada 24–28 November 2025 di Jakarta.

Kegiatan bergengsi ini diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Maluku dan berlangsung di salah satu hotel di Kota Ambon beberapa waktu lalu.

Ajang tersebut menjadi wadah apresiasi bagi para guru dan tenaga kependidikan berprestasi dari seluruh kabupaten/kota di Maluku yang telah menunjukkan dedikasi serta inovasi dalam dunia pendidikan.

Setiap kabupaten dan kota mengirimkan satu perwakilan terbaik hasil seleksi dari masing-masing kategori, kemudian dari kategori Guru Transformasi, Yosep Tetelepta lolos ke tingkat Nasional.

Kemudian dari BGTK Provinsi kembali melakukan seleksi lagi dan ada 4 orang dari Provinsi, kemudian diwawancara hanya 1 yang lolos ke Nasional Kategori guru Transformasi.

Seleksi dilakukan melalui dua tahap, yaitu seleksi administrasi dan substansi, sebelum akhirnya ditetapkan empat peserta terbaik di tingkat provinsi yang berhak mewakili Maluku ke tingkat nasional.

“Puji Tuhan, saya bersyukur bisa meraih juara pertama di kategori Guru Transformasi dan dipercaya mewakili Maluku ke tingkat nasional. Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk dedikasi bagi dunia pendidikan di Maluku Tengah,” ujar Yosep Tetelepta saat ditemui di Ambon.

Lebih lanjut, Yosep menjelaskan bahwa kategori Guru Transformasi berfokus pada penerapan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas.

“Kategori transformasi lebih mengarah pada bagaimana guru menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital saat ini. Guru dituntut untuk berinovasi agar proses belajar menjadi lebih menarik dan bermakna,” jelasnya.

Selain kategori Guru Transformasi, ajang Apresiasi GTK juga mencakup dua kategori lainnya, yaitu Guru Dedikatif dan Komunitas Belajar (Kombel) Terbaik.

Kategori Guru Dedikatif diberikan kepada guru yang mengabdi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), sedangkan kategori Komunitas Belajar Terbaik menyoroti inovasi dan kolaborasi antar guru dalam komunitas belajar di sekolah maupun wilayah kabupaten masing-masing.

BGTK mencatat , kegiatan apresiasi tahun ini diikuti oleh lebih dari 190 peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SMK.

Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, hanya 83 peserta yang dinyatakan lolos ke tingkat provinsi. Dari jumlah tersebut, 28 orang berhasil terpilih mewakili Maluku ke ajang nasional dalam kategori masing-masing.

Keberhasilan Yosep Tetelepta menjadi bukti nyata bahwa guru-guru di Maluku terus berupaya meningkatkan kualitas dan inovasi dalam proses pembelajaran. Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi bagi guru lainnya untuk terus berkarya dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Saya berharap pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi rekan-rekan guru di Maluku. Dunia pendidikan akan maju jika kita terus belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik,” tutup Yosep.

Dengan semangat dan dedikasi tinggi dari para guru berprestasi seperti Yosep Tetelepta, diharapkan mutu pendidikan di Provinsi Maluku semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, kreatif, serta berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
(Wate)