BPBD Kota Jayapura Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Jayapura, Teraspapua.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura meningkatkan kesiapsiagaan menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan terjadi sejak Oktober hingga Maret 2026.

Peringatan tersebut mencakup potensi hujan lebat, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya.

Pelaksana tugas Kepala BPBD Kota Jayapura, Gerry Ikanubun, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi pada triwulan IV dan triwulan I di tahun berikutnya.

Karena itu, BPBD menjadikan informasi BMKG sebagai dasar untuk melakukan berbagai langkah antisipasi dan kegiatan kesiapsiagaan.

“Sejak Oktober hingga awal Desember ini, BMKG telah menyampaikan peringatan potensi bencana hidrometeorologi. Pola ini terjadi setiap tahun, sehingga kami menggunakan informasi tersebut untuk memperkuat kesiapsiagaan, termasuk melaksanakan arahan dari Kementerian Dalam Negeri agar daerah mengantisipasi potensi bencana di wilayah masing-masing,” ujar Ikanubun.

Ia mengatakan, BPBD Kota Jayapura saat ini berada dalam status siaga. Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) terus berkoordinasi dengan BMKG, TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.

Selain itu, Wali Kota Jayapura juga telah mengeluarkan surat edaran mengenai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Edaran tersebut menjadi panduan bagi seluruh perangkat daerah dan masyarakat dalam mengambil langkah pencegahan.

Ikanubun menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kerja sama lintas lembaga dan partisipasi aktif masyarakat.

“Koordinasi harus melibatkan semua pihak, termasuk lembaga masyarakat, BMKG, TNI, Polri, RAPI, ORARI, dan jaringan komunikasi lainnya. Namun yang paling penting adalah kesadaran masyarakat Kota Jayapura untuk mengambil langkah pencegahan,” jelasnya.

Ia mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana, terutama yang bermukim di lereng gunung, bantaran sungai, atau wilayah yang sering terdampak banjir, agar meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat di wilayah perbukitan juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar untuk mengantisipasi potensi longsor.

“Warga yang tinggal di area dengan pepohonan besar atau rimbun, baik di kompleks perumahan maupun rumah pribadi, juga perlu memperhatikan pohon-pohon tua yang berpotensi tumbang. Bila diperlukan, lakukan pemangkasan atau penebangan untuk mengurangi risiko,” tambahnya.

Ikanubun juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan saluran drainase. Ia menyebut sejumlah wilayah, seperti Yutefa, Hedam, Organda dan kawasan lain yang kerap terdampak banjir, perlu secara aktif melakukan pembersihan aliran air bersama perangkat kelurahan dan Babinkamtibmas.

“Kami berharap seluruh masyarakat mau bekerja sama. Kebersihan saluran air sangat penting untuk mencegah banjir, apalagi curah hujan tinggi diperkirakan masih akan terjadi,” ujarnya.

Dengan kesiapsiagaan yang terkoordinasi dan partisipasi aktif masyarakat, BPBD berharap dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalisir sepanjang musim hujan kali ini.
(Har)