Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura melakukan rapat konsultasi dan koordinasi dengan Polresta Jayapura Kota guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026.
Rapat yang berlangsung di aula Mapolresta Jayapura Kota, Kamis (5/3/2026), dipandu oleh Wakil Ketua I Max Karubaba. Ia Ia didampingi Ketua DPR Kota Jayapura Theos Revelino B. Ajomi, Wakil Ketua II Imam Khoiri, serta Wakil Ketua III Ferdinan Hanuebi.
Max Karubaba mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan eksekutif, Pemerintah Kota Jayapura, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan selama momentum hari raya.
“Kehadiran kami untuk memastikan sejauh mana kesiapan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Idul Fitri. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujar Max.
Ia menambahkan, DPRK juga menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat kepada kepolisian agar tercipta kolaborasi yang kuat dalam menghadirkan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.
Dalam pemaparan yang disampaikan Kapolresta Jayapura Kota Fredrickus W. A. Maclarimboen, tercatat lebih dari 900 kasus tindak pidana terjadi di Kota Jayapura sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Angka tersebut, menurut DPRK, menjadi perhatian serius dan membutuhkan kerja sama semua pihak. Tidak hanya aparat kepolisian dan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Setiap individu harus mampu menjaga diri dan lingkungannya,” kata Max.
DPRK juga menyoroti perubahan pola waktu terjadinya tindak kriminalitas. Jika sebelumnya kejahatan banyak terjadi pada malam hingga dini hari, kini pergeseran terjadi pada rentang pukul 10.00 hingga 17.00 WIT.
Perubahan tersebut dinilai signifikan dan menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja.
DPRK menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendidik dan membina anak agar tidak terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum.
“Keluarga harus menjadi benteng pertama. Anak-anak harus dibina agar menjadi berkat bagi keluarga dan lingkungan, bukan justru menciptakan masalah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, DPRK turut mengapresiasi kinerja jajaran Polresta Jayapura Kota, khususnya dalam penanganan kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Satuan Lalu Lintas disebut sigap turun ke lokasi kejadian untuk menangani korban serta mengamankan kendaraan yang terlibat.
Selain itu, data yang disampaikan Kapolresta menunjukkan terdapat sekitar 258 ribu kendaraan roda dua yang beroperasi di Kota Jayapura. Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih dengan kondisi infrastruktur jalan yang relatif tidak mengalami perubahan signifikan.
“Volume kendaraan meningkat cukup tajam, sementara kondisi jalan masih sama. Ini tentu berimplikasi pada potensi kecelakaan yang ikut meningkat,” kata Max.
DPRK mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya pengguna sepeda motor agar wajib menggunakan helm demi keselamatan.
Melalui koordinasi tersebut, DPRK berharap seluruh elemen pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat bersinergi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.
Kapolresta Jayapura Kota Fredrickus W. A. Maclarimboen saat memaparkan kondisi ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Jayapura menjelaskan, rangkaian pengamanan Ramadan telah dilaksanakan sejak hari pertama puasa hingga saat ini. Fokus pengamanan meliputi pelaksanaan salat tarawih guna menjamin rasa aman bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah.
“Sejak puasa pertama sampai hari ini, kami melaksanakan pengamanan salat tarawih untuk memastikan saudara-saudara kita dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain itu, kepolisian juga mengintensifkan patroli subuh untuk mengantisipasi aktivitas negatif kalangan remaja, seperti aksi balap liar yang kerap terjadi usai sahur.
“Beberapa minggu terakhir sempat ditemukan aksi balap liar setelah sahur. Itu sudah kami antisipasi. Harapan kami, perayaan Ramadan tahun ini dapat berjalan aman dan lancar,” katanya.
Kapolresta mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 946 kasus, termasuk kecelakaan lalu lintas. Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan menjadi perhatian serius jajaran kepolisian.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025, Polresta Jayapura Kota menutup tahun dengan total sekitar 3.900 kasus.
“Ini menjadi atensi dan pekerjaan berat bagi kami untuk terus menekan angka kriminalitas,” ujarnya.
Berdasarkan wilayah, kasus tertinggi tercatat di Distrik Abepura dengan 186 kasus, disusul Heram sebanyak 126 kasus, dan Jayapura Selatan 117 kasus.
Ia menjelaskan, Polsek Heram saat ini masih berstatus tipe C, yang dipimpin perwira berpangkat Inspektur (Ipda atau Iptu). Namun, dinamika kamtibmas di wilayah tersebut cukup tinggi.
Secara keseluruhan, Polresta Jayapura Kota membawahi enam polsek. Tiga di antaranya merupakan tipe A (urban) yang dipimpin perwira berpangkat Komisaris Polisi
(Kompol), yakni Polsek Abepura, Muara Tami, dan Jayapura Selatan. Dua lainnya tipe B, yakni Polsek KP3 Laut dan Polsek Jayapura Utara.
Hasil evaluasi laporan kepolisian menunjukkan adanya pergeseran waktu terjadinya tindak kejahatan. Jika sebelumnya kriminalitas banyak terjadi pada rentang pukul 00.01 hingga 05.00 WIT, kini bergeser ke siang hari.
“Dari data terakhir, kejadian banyak terjadi antara pukul 09.00 sampai 17.00 WIT. Ini menunjukkan ada perubahan pola,” jelasnya.
Ia menambahkan, dinamika kamtibmas bersifat fleksibel. Ketika patroli malam dioptimalkan dan berhasil menekan angka kejahatan, maka potensi kejahatan dapat bergeser ke siang hari.
“Artinya, optimalisasi patroli malam cukup efektif menekan kasus di malam hari. Namun, di sisi lain, terjadi peningkatan pada siang hari. Ini yang harus kami sikapi dengan strategi berbeda,” ujarnya.
Dalam rangka pengamanan Ramadan dan Idul Fitri, sebanyak 167 personel diterjunkan untuk pengamanan salat tarawih sejak awal puasa. Tercatat 31 masjid yang diamankan secara rutin hingga saat ini.
Sementara untuk pelaksanaan salat Idul Fitri, pihaknya menyiapkan sekitar 160 personel. Jumlah tersebut masih akan disesuaikan dengan kondisi dan jumlah lokasi salat Id.
Mengacu pada tahun sebelumnya, terdapat 23 masjid dan empat lapangan yang menjadi lokasi salat Id. Namun, hingga kini pihak kepolisian masih menunggu informasi resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid terkait titik pelaksanaan salat Id tahun ini.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada 13 Maret mendatang, Kepolisian Negara Republik Indonesia akan melaksanakan Operasi Ketupat sebagai bagian dari pengamanan Idul Fitri.
“Operasi Ketupat akan menjadi bagian dari upaya pengamanan terpadu dalam menyongsong Idul Fitri,” katanya.(Arc)














