Drama Adu Penalti: SMA Gabungan Singkirkan SMKN1 Sentani, Tiket Semifinal di Tangan

Tim Futsal SMA Gabungan Jayapura (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Laga futsal antarpelajar di Kota Jayapura berubah menjadi pertarungan penuh tensi dan emosi, saat SMA Gabungan Jayapura menyingkirkan SMK Negeri 1 Sentani melalui drama adu penalti untuk mengamankan tiket semifinal.

Pertandingan yang digelar di GOR Waringin, Rabu (18/3/2026), itu merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis XV Universitas Ottow Geissler Papua. Atmosfer pertandingan terasa hidup sejak awal, dengan dukungan suporter kedua tim.

SMK Negeri 1 Sentani tampil meyakinkan di babak pertama. Dengan permainan cepat dan tekanan tinggi, mereka mampu mengontrol jalannya laga dan memaksa SMA Gabungan berada dalam tekanan.

Keunggulan 2-1 di akhir babak pertama menjadi bukti dominasi mereka sekaligus modal penting menuju paruh kedua. Namun, momentum pertandingan berubah usai turun minum.

SMA Gabungan yang diasuh Stevanus Rum tampil lebih rapi dan disiplin di babak kedua. Mereka mulai menguasai ritme permainan, membangun serangan yang lebih terstruktur, dan perlahan menekan pertahanan lawan.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. SMA Gabungan sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di waktu normal, memaksa pertandingan berjalan semakin panas.

Gol penyeimbang itu menjadi titik balik. Kedua tim terlibat dalam duel terbuka, saling melancarkan serangan demi menghindari penentuan lewat adu penalti. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap tidak berubah.

Dalam situasi penuh tekanan, kedua tim menunjukkan mentalitas dan ketenangan luar biasa. Satu per satu eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik.

Namun pada akhirnya, SMA Gabungan berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 8-7, memastikan langkah mereka ke babak semifinal.

Pelatih SMA Gabungan, Stevanus Rum, mengaku bersyukur atas perjuangan anak asuhnya yang mampu bangkit setelah tertinggal di awal pertandingan.

“Kami bersyukur atas hasil ini. Anak-anak bermain tenang, tetap fokus meski sempat tertinggal. Mereka menunjukkan konsistensi sampai akhir,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan timnya untuk tidak larut dalam euforia kemenangan. Menurutnya, tantangan di babak semifinal akan jauh lebih berat.

“Kami tidak boleh berbangga diri. Di semifinal nanti kami akan menghadapi tim yang lebih tangguh, jadi persiapan harus lebih maksimal,” tegasnya.

Di sisi lain, SMK Negeri 1  Sentani harus menerima kenyataan pahit setelah gagal mempertahankan keunggulan yang mereka raih di babak pertama. Meski tampil dominan di awal laga, mereka tak mampu menjaga momentum hingga akhir pertandingan.

Kemenangan ini membuka peluang besar bagi SMA Gabungan untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen futsal tersebut, sekaligus menegaskan karakter tim yang mampu bangkit di bawah tekanan.

(San)