Jayapura, Teraspapua.com – Para gembala dan pejabat Gereja Bethany Indonesia dari berbagai wilayah di Tanah Papua mengikuti kegiatan Leader Empowering Fellowship yang berlangsung selama dua hari, dengan fokus pada penguatan iman serta peningkatan kapasitas kepemimpinan dalam pelayanan gereja.
Kegiatan ini menjadi momen penting karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum Sinode Gereja Bethany Indonesia, Pdt. Bambang Hengky Driyanto, bersama anggota Dewan Rasuli, Pdt. Willy Joseph Chandra. Kehadiran keduanya dinilai memberikan dorongan moral dan spiritual bagi para peserta yang datang dari berbagai daerah.
Ketua panitia, Ferdinan Hanuebi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut meskipun dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat. Ia menilai seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama panitia serta dukungan dari berbagai pihak.
“Kami bersyukur kepada Tuhan karena meskipun persiapan dilakukan dalam waktu singkat, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya, Rabu (26/3/2026).
Ferdinan menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama panitia adalah menghimpun para hamba Tuhan dari berbagai wilayah, termasuk Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan, agar dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Leader Empowering Fellowship tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan iman serta menghadirkan perubahan nyata dalam pelayanan para peserta yang mayoritas merupakan gembala dan pelayan gereja.
“Kami berharap melalui kegiatan ini iman para peserta semakin bertumbuh dan membawa perubahan dalam pelayanan, sehingga dapat berjalan dengan baik untuk memuliakan nama Tuhan,” kata Ferdinan.
Wakil Ketua III DPR Kota Jayapura itu juga merinci agenda kegiatan yang berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta menerima materi kepemimpinan yang menekankan pentingnya menjadi pelayan dan gembala yang baik dalam menjalankan tugas pelayanan.
Sementara itu, pada hari kedua, kegiatan akan ditutup dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang disertai prosesi pengurapan. Ferdinan menjelaskan bahwa pengurapan tersebut dimaknai sebagai bentuk penguatan spiritual agar para pelayan Tuhan dapat terus bertumbuh serta memiliki “nutrisi iman” yang kuat dalam menjalankan pelayanan.
“Materi pada hari pertama dan kedua pada dasarnya sama, namun pada hari kedua akan ditutup dengan KKR sebagai puncak kegiatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa peserta yang hadir berasal dari sejumlah koordinator daerah (Korda) di Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Meski demikian, masih ada beberapa wilayah yang belum sempat berpartisipasi, seperti Papua Barat Daya.
Panitia juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan para peserta selama kegiatan berlangsung. Hal ini dinilai penting agar seluruh rangkaian materi dapat diikuti secara maksimal.
“Kami berharap semua peserta menjaga kondisi kesehatan dengan baik, termasuk pola makan dan istirahat, agar bisa mengikuti kegiatan sampai selesai dengan optimal,” ujarnya.
Terkait akomodasi, panitia telah mengatur tempat tinggal bagi peserta dari luar Kota Jayapura. Sebagian peserta menginap di rumah keluarga, sementara lainnya ditempatkan di hotel dan berbagai penginapan yang telah disediakan.
Kegiatan Leader Empowering Fellowship ini diharapkan menjadi wadah pembinaan berkelanjutan bagi para pemimpin Gereja Bethany di Tanah Papua, sekaligus memperkuat sinergi pelayanan lintas wilayah dalam menjawab tantangan pelayanan ke depan.
(Veb)













