Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026 dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Komarudin Watubun, meninjau langsung proses seleksi pemain di Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Seleksi berlangsung di lapangan sepak bola Universitas Ottow Geissler pada Jumat (30/4/2026), sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen Soekarno Cup U-17 tingkat nasional yang dijadwalkan bergulir pada Juli 2026 di Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Dalam peninjauan tersebut, Komarudin turut didampingi Ketua DPD PDIP Papua Benhur Tomi Mano serta sejumlah pengurus partai di tingkat daerah, termasuk perwakilan DPC Kota Jayapura. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan partai dalam mendorong pembinaan sepak bola usia muda, khususnya di Papua.
Komarudin menjelaskan, Soekarno Cup merupakan turnamen bergengsi antarprovinsi untuk kelompok usia U-17 yang bertujuan menjaring talenta muda dari seluruh Indonesia. Menurut dia, proses seleksi di Papua dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat kabupaten sebelum mengerucut ke level provinsi.
“Pembinaan dari kampung sebenarnya penting, tetapi untuk mencapai level nasional membutuhkan proses panjang. Karena itu, sementara ini seleksi kita lakukan antar kabupaten terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Soekarno Cup tidak terlepas dari semangat warisan Soekarno yang dikenal memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola. Bahkan, kata dia, pembangunan Gelora Bung Karno menjadi simbol komitmen negara terhadap olahraga sejak awal kemerdekaan.
“Semangat Bung Karno itu harus diwariskan kepada generasi muda. Karena itu turnamen ini kita beri nama Soekarno Cup,” katanya.
Sejak pertama kali digelar di Jakarta, turnamen ini terus berkembang. Pada edisi awal, tim dari Bali keluar sebagai juara. Sementara pada penyelenggaraan berikutnya, trofi bergilir berpindah tangan dan kini berada di Jawa Timur setelah tim Surabaya menjadi pemenang.
Memasuki edisi ketiga tahun 2026, Papua menargetkan prestasi lebih tinggi. Komarudin menyebut, tekad kuat juga disampaikan oleh Ketua DPD PDIP Papua, Benhur Tomi Mano, yang berambisi membawa pulang trofi ke Papua.
“Saya datang melihat langsung kesiapan di sini. Targetnya jelas, kita ingin bawa pulang piala. Tapi tentu harus dengan persiapan yang matang,” ujarnya.
Menurut dia, persaingan di tingkat nasional tidak mudah. Daerah seperti Jawa Timur dinilai memiliki sistem pembinaan yang lebih mapan, termasuk program karantina pemain dalam jangka waktu panjang. Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Papua yang telah melakukan seleksi selama sekitar satu bulan terakhir.
Komarudin juga menyinggung sejarah rivalitas sepak bola antara Papua dan Surabaya yang pernah menjadi kekuatan besar di kancah nasional. Ia berharap, melalui Soekarno Cup, kejayaan sepak bola Papua dapat kembali bangkit.
“Papua punya sejarah besar di sepak bola. Kita ingin bangkit lagi dan melahirkan pemain-pemain muda yang bisa bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Dari proses seleksi ini, lanjut dia, akan dibentuk satu tim yang akan mewakili Papua dalam Soekarno Cup. Saat ini, jumlah provinsi peserta baru mencapai 16, namun ditargetkan meningkat hingga mencakup seluruh provinsi di Indonesia.
Lebih jauh, Komarudin menegaskan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada turnamen semata. Tim yang terbentuk nantinya juga diproyeksikan untuk berlaga di kompetisi resmi seperti Liga 2 dan Liga 3, sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar turnamen. Kita ingin membentuk tim ‘Banteng Muda’ yang bisa bertarung di level nasional, bahkan berlanjut ke kompetisi resmi,” ujarnya.
Soekarno Cup 2026 dijadwalkan mulai bergulir pada Juli, dengan partai final direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang. Turnamen ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia muda di berbagai daerah, termasuk Papua.
(har)















