Jayapura, Teraspapua.com – Universitas Cenderawasih (Uncen) bersama PT Freeport Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) kemitraan program akselerasi kewirausahaan dan teknik. Penandatanganan berlangsung di Swiss-Belhotel Jayapura, Jumat (29/5/2026), sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya.
Kerja sama ini melibatkan Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen, dengan mengacu pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Perencanaan Uncen, Basir Rohrohmana, mengatakan bahwa penandatanganan PKS ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan di Papua.
“Hari ini kita menyaksikan momentum penting kerja sama antara PT Freeport Indonesia dan Universitas Cenderawasih. Program ini akan dijalankan oleh Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan kami yakin akan memberikan dampak signifikan bagi pembangunan di Tanah Papua,” ujarnya.
Basir menekankan pentingnya implementasi nyata dari kerja sama tersebut, bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, keberhasilan kemitraan akan diukur dari dampak konkret yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin terjebak pada seremoni semata. Yang terpenting adalah bagaimana kerja sama ini menghadirkan dampak nyata, meskipun dimulai dari langkah kecil, tetapi berkelanjutan,” katanya.
Ia juga membuka peluang perluasan kerja sama ke berbagai fakultas dan lembaga di lingkungan Uncen. Saat ini, Uncen memiliki 33 pusat studi dari berbagai disiplin ilmu yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya terbatas pada ekonomi dan teknik, tetapi ke depan juga mencakup bidang lain sesuai kebutuhan pembangunan di Papua,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II Uncen, Ferdinand Risamasu, menjelaskan bahwa penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut konkret dari MoU yang telah ditandatangani pada Maret 2026.
“MoU menjadi payung utama dari seluruh kerja sama. Salah satu implementasinya adalah program akselerasi kewirausahaan dan teknik yang kita sepakati hari ini,” ujarnya.
Ferdinand menjelaskan, program kewirausahaan yang dikembangkan mencakup pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha lokal, termasuk mitra binaan PT Freeport Indonesia. Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari teknik, pertanian, peternakan, hingga usaha kecil dan menengah (UMKM).
“Kami bersama PT Freeport akan merancang model pengembangan kewirausahaan, baik di bidang ekonomi maupun teknik, khususnya bagi masyarakat lokal dan pelaku usaha di wilayah Timika,” jelasnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini juga berpotensi diperluas ke bidang lain, seperti penelitian di sektor ilmu pengetahuan alam (MIPA), termasuk penelitian biologi yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Ke depan, kolaborasi ini akan terus dikembangkan, termasuk dalam penelitian dan inovasi, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan perusahaan,” katanya.
Sementara itu, Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menegaskan bahwa pihaknya menginginkan kerja sama yang berorientasi pada implementasi dan hasil nyata.
“Kita tidak perlu membuat hal yang rumit. Yang penting adalah ada kegiatan nyata yang bisa kita jalankan bersama dan memberikan dampak,” ujarnya.
Claus menyebut PT Freeport Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan usaha kecil dan menengah, serta berkomitmen untuk melibatkan perguruan tinggi dalam upaya pemberdayaan masyarakat Papua.
Ia juga menyoroti pentingnya data dan kolaborasi dalam merancang program yang tepat sasaran, termasuk di bidang pendidikan dan pengembangan UMKM.
“Kami berharap Universitas Cenderawasih dapat terus memberikan kontribusi, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, riset, maupun program pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Claus mengungkapkan bahwa kerja sama antara PT Freeport Indonesia dan Uncen selama ini telah memberikan kontribusi penting, termasuk dalam penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
“Kami merasakan langsung kontribusi Uncen dalam berbagai aspek, termasuk AMDAL. Ke depan, kami sangat terbuka untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang,” ujarnya.
Melalui kemitraan ini, kedua pihak berharap dapat menciptakan program-program berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mendukung pembangunan Papua.
(veb)














