Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofid, menegaskan pentingnya kesetaraan sebagai nilai utama dalam membangun organisasi serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya di Tanah Papua.
Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Rofid usai melantik pengurus DPD, sekaligus membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang berlangsung di Hotel Max One, Jayapura, Sabtu (25/7/2026).
Ahmad Rofid menjelaskan bahwa penggunaan sapaan “kawan-kawan” bukan sekadar formalitas, melainkan mencerminkan nilai kesetaraan tanpa membedakan latar belakang.
“Dalam Partai Gema Bangsa tidak ada sekat hierarki antara pusat dan daerah. Perbedaan hanya terletak pada jabatan, sementara tanggung jawab seluruh kader tetap sama dalam perjuangan politik,” ujarnya.
Menurut dia, Partai Gema Bangsa hadir sebagai partai baru dengan semangat baru yang berbeda dari partai-partai lain. Jika selama ini politik cenderung menempatkan pusat sebagai pihak dominan, maka Gema Bangsa justru mengedepankan kesetaraan antara pusat dan daerah.
“Jakarta, provinsi, hingga kabupaten memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada yang harus dibesar-besarkan. Kita ingin membangun bangsa ini menjadi bangsa yang benar-benar maju,” katanya.
Ahmad Rofid juga menyoroti kondisi Indonesia yang dinilai masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain, meski telah merdeka selama puluhan tahun. Ia menyinggung kemajuan negara seperti Malaysia dan China yang mampu berkembang pesat, sementara Indonesia dinilai masih berjalan di tempat.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi semakin memprihatinkan ketika melihat realitas di Papua yang kaya akan sumber daya alam, namun masih menghadapi berbagai persoalan mendasar.
“Bagaimana mungkin di tanah yang kaya ini masih ada masyarakat yang tidak bersekolah, tidak bisa makan, dan hidup dalam kemiskinan. Ini menjadi keprihatinan kita bersama,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan dan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya masyarakat Papua, untuk menentukan masa depan daerahnya sendiri.
“Jangan terus berharap orang lain yang memikirkan Papua. Masa depan Papua harus ditentukan oleh orang Papua sendiri, dengan bersatu membangun daerah ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Rofid menjelaskan bahwa Partai Gema Bangsa mengusung gagasan kemandirian daerah melalui konsep desentralisasi politik. Melalui konsep ini, daerah diberikan kewenangan lebih besar untuk menentukan arah pembangunan dan kepemimpinan tanpa intervensi dari pusat.
“Tidak boleh lagi ada praktik penunjukan pemimpin dari Jakarta. Setiap daerah berhak menentukan pemimpinnya sendiri. Ini adalah bentuk kemerdekaan politik yang kami perjuangkan,” katanya.
Ia memastikan, kebijakan tersebut merupakan komitmen politik yang akan dijalankan secara konsisten oleh Partai Gema Bangsa.
Ahmad Rofid juga mengingatkan para ketua DPW dan DPD yang telah dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Menurut dia, politik tidak semata-mata soal kekuasaan, tetapi juga tentang keberpihakan kepada masyarakat.
“Kita berpolitik bukan hanya untuk jabatan, tetapi untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembangunan sektor pendidikan sebagai kunci utama kemajuan suatu bangsa. Ia mencontohkan sejumlah negara maju yang mampu berkembang pesat karena menempatkan pendidikan sebagai prioritas.
“Pendidikan adalah kunci peradaban. Tanpa pendidikan yang serius, jangan berharap ada perubahan signifikan di daerah ini,” katanya.
Di sisi lain, Ahmad Rofid menyampaikan bahwa Partai Gema Bangsa secara nasional telah mempersiapkan diri menghadapi tahapan verifikasi partai politik. Menurut dia, seluruh persyaratan yang diatur dalam undang-undang telah dipenuhi.
“Secara nasional, kami sudah menyelesaikan seluruh tahapan persyaratan. Kami sangat yakin tidak akan ada kendala, dan pada akhir 2026 partai ini sudah siap didaftarkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, partainya telah membentuk Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) di tingkat pusat yang diketuai oleh Yani Maryam, mantan anggota DPR RI. Selain itu, telah dilakukan pemetaan kekuatan politik dengan fokus pada 40 daerah pemilihan (dapil) di seluruh Indonesia.
“Kami akan berkonsentrasi di 40 dapil, dan target kami dapil-dapil tersebut dapat menghasilkan perwakilan di parlemen,” katanya.
Ahmad Rofid menegaskan, kekuatan utama Partai Gema Bangsa terletak pada kader di daerah. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pengurus untuk berperan aktif dalam membangun organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan rakyat.
(Har)










