Jayapura, Teraspapua.com – Komisi IV DPR Papua menyoroti sejumlah program pembangunan infrastruktur yang dinilai belum merata, khususnya di Kabupaten Waropen, dalam rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Papua belum lama ini
Sekretaris Komisi IV DPR Papua, Jefry Hendry Bisai, mempertanyakan sejumlah proyek yang telah dilaporkan memiliki progres fisik tinggi, namun belum diketahui secara jelas lokasi dan dampaknya bagi masyarakat.
Salah satu yang disoroti adalah proyek peningkatan jalan di Distrik Anotaurei, Kabupaten Kepulauan Yapen. Bisai meminta penjelasan rinci terkait lokasi pekerjaan tersebut, mengingat realisasi fisiknya disebut telah mencapai 70 persen.
“Di sini dilaporkan peningkatan jalan di Distrik Anotaurei sudah 70 persen. Kami ingin tahu secara jelas lokasinya di bagian mana,” ujar Bisai dalam rapat kerja tersebut.
Selain itu, ia juga mempertanyakan proyek pembangunan pengaman pantai di Kabupaten Waropen yang dilaporkan telah mencapai lebih dari 75 persen. Sebagai putra asli Waropen, Bisai mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi proyek tersebut.
“Saya anak asli Waropen, tetapi sampai sekarang belum mengetahui di mana lokasi pembangunan pengaman pantai tersebut, padahal progresnya sudah lebih dari 75 persen,” katanya.
Tak hanya infrastruktur jalan dan pengaman pantai, Bisai juga menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dinilai masih menjadi kebutuhan mendasar masyarakat di Waropen. Ia menilai pembangunan infrastruktur air bersih selama ini masih lebih banyak terpusat di Kota Jayapura.
“Air bersih adalah kebutuhan pokok. Kami di Kabupaten Waropen sangat membutuhkan itu, tetapi pembangunan lebih banyak difokuskan di Kota Jayapura,” ujarnya.
Ia pun meminta agar dalam perubahan anggaran mendatang, dinas PUPR dan PKP dapat memprioritaskan pembangunan jaringan air bersih di sejumlah wilayah di Waropen, khususnya di Sarafambai dan Saroi yang dinilai sangat membutuhkan akses air bersih.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Papua, Natirmalus D. Renyaan, memaparkan capaian kinerja di berbagai sektor. Untuk bidang Bina Marga, realisasi fisik tercatat mencapai 68,63 persen, sementara realisasi keuangan baru mencapai 43,5 persen.
Sementara itu, untuk sektor sumber daya air, realisasi fisik baru mencapai 22,3 persen, namun realisasi keuangan telah mencapai 73,17 persen. Khusus untuk proyek di Waropen, pihaknya menyebut pekerjaan hampir selesai dan akan segera dilakukan uji mutu serta kualitas.
Namun demikian, pihak dinas mengakui adanya kendala dalam pelaksanaan monitoring di lapangan, terutama terkait keterbatasan anggaran perjalanan dinas bagi tim pengawas.
Ke depan, pemerintah juga berencana memanfaatkan sumber air di kawasan Pasir 6 untuk mendukung distribusi air bersih ke wilayah Bhayangkara dan sekitarnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat setempat, kebutuhan air bersih di wilayah tersebut cukup mendesak karena warga harus membeli air setiap dua hari sekali.
(rck)














