Pengurus IKEMAL Kota Jayapura Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Wali Kota Ajak Warga Maluku Perkuat Persatuan

Jayapura, Teraspapua.com – Pengurus Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Kota Jayapura periode 2026-2031 resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Gedung Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (7/9/2026).

Kepengurusan baru IKEMAL Kota Jayapura tersebut dilantik langsung oleh Ketua Umum IKEMAL Tanah Papua, Christian Sohilat. Prosesi pelantikan turut disaksikan Wali Kota Jayapura Abisai Rollo bersama sejumlah tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, dan sesepuh IKEMAL.

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain mantan Wali Kota Jayapura dua periode Benhur Tomi Mano, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, Ketua Komisi IV DPR Papua Joni Y. Betaubun, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, serta para sesepuh dan keluarga besar IKEMAL.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengajak kepengurusan baru IKEMAL membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua.

Abisa Rollo mengatakan keberadaan organisasi paguyuban seperti IKEMAL memiliki peran penting dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Kepada Ketua IKEMAL Kota Jayapura Piet Hein Kainama dan seluruh pengurus yang baru saja dilantik, saya mengajak mari kita bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jayapura,” kata Rollo.

Menurut dia, pembangunan Kota Jayapura bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat yang tinggal dan hidup di kota tersebut.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, termasuk keluarga besar Maluku, berkontribusi menciptakan Kota Jayapura yang aman, damai, bersih, dan sejahtera tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras maupun asal-usul.

“Mari bersama-sama kita membangun Kota Jayapura yang aman, damai, bersih dan sejahtera bagi semua tanpa membedakan suku, agama, ras maupun asal-usul,” ujarnya.

Abisai Rollo juga mengingatkan keluarga besar IKEMAL untuk mempertahankan semangat persaudaraan yang menjadi karakter masyarakat Maluku melalui prinsip “satu hati, satu rasa, satu tujuan”.

Menurutnya, persatuan dan gotong royong merupakan modal penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di Kota Jayapura.

Ia meminta pengurus IKEMAL menjadi organisasi yang mampu mempersatukan masyarakat, bukan justru menciptakan sekat di tengah komunitas.

“Jadilah pengurus yang mempersatukan, bukan yang menyisakan. Jaga kerukunan dan keharmonisan antara keluarga di dalam IKEMAL serta selalu bersikap terbuka dan saling menghormati dengan paguyuban-paguyuban lain di Kota Jayapura,” katanya.

Selain menjaga hubungan sosial, Rollo juga meminta keluarga besar IKEMAL ikut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Ia berharap masyarakat tidak bersikap pasif terhadap kondisi di sekitarnya, tetapi ikut peduli terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Jadilah warga yang peduli terhadap situasi keamanan di sekitar tempat tinggal kita,” ujarnya.

Ketua Umum IKEMAL Tanah Papua, Christian Sohilat, mengatakan pelantikan pengurus IKEMAL Kota Jayapura merupakan pelantikan ke-23 yang dilakukan selama masa kepengurusannya.

Ia menyebut IKEMAL saat ini telah berkembang dan tersebar di enam provinsi serta 42 kabupaten/kota di Tanah Papua.

Berdasarkan data sementara organisasi, jumlah masyarakat Maluku yang tersebar di enam provinsi dan 42 kabupaten/kota tersebut mencapai hampir 16 ribu orang.

“IKEMAL tersebar di enam provinsi dan 42 kabupaten/kota di seluruh Tanah Papua. Kami punya data sementara masyarakat Maluku yang tersebar di enam provinsi dan 42 kabupaten/kota, hampir 16 ribu orang,” kata Sohilat.

Menurutnya, jumlah masyarakat Maluku terbanyak berada di Timika, disusul Sorong dan Merauke. Khusus di Merauke, kata dia, terdapat sembilan anggota DPRD yang berasal dari masyarakat Maluku.

Pertumbuhan komunitas tersebut, menurut Sohilat, harus diikuti dengan penguatan organisasi agar IKEMAL tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Maluku di Tanah Papua.

Sohilat mengatakan IKEMAL telah menyiapkan empat program besar yang diturunkan kepada seluruh pengurus di tingkat kabupaten/kota.

Program pertama adalah pembenahan dan penertiban data masyarakat Maluku yang tersebar di Tanah Papua.

Pendataan dinilai penting untuk mengetahui jumlah, sebaran, serta kondisi masyarakat Maluku secara lebih akurat sehingga organisasi dapat menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata warga.

Program kedua adalah peningkatan kapasitas pendidikan. Sohilat mendorong anak-anak Maluku yang berada di perantauan untuk mendapatkan pendidikan yang baik agar mampu bersaing dan mengisi berbagai bidang pekerjaan strategis.

Ia mencontohkan kebutuhan tenaga profesional di sektor pertambangan yang masih terbuka luas.

“Ada beberapa perusahaan besar di Maluku, tetapi mereka tidak punya tenaga untuk berbicara tentang tambang. Saya dorong anak-anak Maluku untuk sekolah,” ujarnya.

Program ketiga berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Sohilat menekankan pentingnya masyarakat Maluku memiliki kemampuan untuk bekerja dan tidak menjadi beban pemerintah.

Pesan tersebut dinilai semakin penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.

“Jangan kita ada di sini tetapi jadi beban. Tidak boleh, semua harus bisa bekerja. Mari kita dukung pemerintah,” katanya.

Sohilat juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, termasuk para wali kota sebelumnya, yang dinilai telah memberikan ruang bagi masyarakat Maluku untuk berkembang dan berkontribusi di Kota Jayapura.

Ia kemudian menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat Maluku agar menjaga nama baik keluarga dan komunitas di tanah perantauan.

Menurutnya, setiap anak Maluku harus mampu menjaga dua nama besar dalam kehidupannya, yakni nama Tuhan dan nama keluarga.

“Semua anak Maluku yang ada di kota ini tidak boleh memalukan dua nama besar. Pertama nama Tuhan dan kedua nama keluarga,” katanya.

Sementara itu, Ketua IKEMAL Kota Jayapura periode 2026-2031, Piet Hein Kainama, mengatakan pihaknya akan segera menyusun program kerja setelah kepengurusan resmi dilantik.

Langkah awal yang akan dilakukan adalah menggelar rapat kerja untuk menyusun program organisasi hingga akhir 2026 sekaligus mempersiapkan program kerja untuk 2027.

Selain program kerja, pembenahan data warga Maluku menjadi salah satu agenda prioritas kepengurusan baru.

Kainama mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sistem pendataan berbasis aplikasi yang diharapkan dapat memudahkan organisasi mengetahui jumlah dan sebaran warga Maluku di Kota Jayapura.

“Kami sedang berusaha membuat aplikasi dan dalam bulan ini bisa selesai sehingga kita bisa mendata warga Maluku yang ada di Kota Jayapura mulai dari tingkat kelurahan,” ujar Kainama.

Menurut dia, proses pendataan nantinya akan melibatkan ketua-ketua kampung. Mereka akan diberikan akses aplikasi untuk memasukkan data warga Maluku yang berada di wilayah masing-masing.

Data tersebut diharapkan tidak hanya mencatat jumlah warga, tetapi juga nama, marga, hingga perubahan jumlah penduduk, termasuk ketika terdapat warga yang meninggal dunia.

Dengan sistem tersebut, IKEMAL diharapkan memiliki basis data yang lebih akurat hingga tingkat distrik.

“Kalau ada yang meninggal, maka kita dapat mengetahui. Data warga Maluku yang ada di kelurahan ada sekian banyak, nama marga dan jumlahnya sampai ke tingkat distrik,” katanya.

Kainama menilai pendataan yang akurat menjadi fondasi penting bagi IKEMAL dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Pengurus IKEMAL Kota Jayapura, Christa Vanessa Urbinas, mengatakan pelantikan kepengurusan baru merupakan bagian dari proses organisasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus memberikan legitimasi kepada pengurus yang akan menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.

Menurut Vanessa, kepengurusan baru tidak hanya dituntut menjalankan fungsi organisasi secara administratif, tetapi juga harus mampu menjadi wadah yang menyatukan seluruh keluarga besar Maluku di Kota Jayapura.

“Pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan awal dari sebuah tanggung jawab dan pengabdian. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh ketulusan, kebersamaan dan rasa tanggung jawab,” ujar Vanessa.

Ia berharap IKEMAL Kota Jayapura di bawah kepengurusan periode 2026-2031 semakin aktif membangun komunikasi dan hubungan kekeluargaan di antara masyarakat Maluku.

Organisasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai budaya Maluku, terutama semangat Pela Gandong, dalam kehidupan bermasyarakat di Tanah Papua.

Vanessa mengatakan pelantikan memiliki sejumlah tujuan penting, salah satunya mengukuhkan kepengurusan IKEMAL Kota Jayapura secara resmi agar para pengurus dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.

Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk meneguhkan komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi serta mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di antara keluarga besar Maluku.

“Kami ingin IKEMAL menjadi rumah bersama bagi seluruh keluarga besar Maluku. Perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan,” katanya.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, IKEMAL Kota Jayapura diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul bagi masyarakat Maluku, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan, memperkuat pembangunan sumber daya manusia, serta menciptakan kehidupan sosial yang aman dan harmonis di Kota Jayapura.

(Arc)