Wali kota Jayapura Evaluasi Pemberlakuan Jam Malam

Suasana rapat evaluasi

Jayapura,Teraspapua.com – Wali kota Jayapura,Dr.Benhur Tomi Mano,MM menggelar rapat untuk mengevaluasi pemberlakuan jam malam bersama tim gugus tugas dan Muspida di Kantor Walikota,Sabtu ( 9/5/2020).

Sesuai surat edaran Wali Kota No.440/645  tertanggal 1 mei 2020, tentang pemberlakuan jam malam dalam rangka social distancing dan phsycal distancing covid-19.

banner 325x300

Dimana langkah pembatasan dan penertiban umum atas kegiatan masyarakat dilakukan dengan pemberlakuan jam malam di wilayah Kota Jayapura mulai pukul 20.00 WIT – 06-00 pagi WIT.

“ Jadi kesimpulan rapat kita hari ini yaitu untuk pemberlakuan jam malam tetap dilaksanakan. Tentu dengan berbagai macam masukan tanggapan dan saran “terang Benhur Tomi Mano.

Menurutnya, dengan pemberlakuan jam malam, ada tingkat penurunan aktivitas masyarakat yang berkumpul di malam hari.

Untuk kelanjutan pemberlakuan jam malam untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona akan diubah polahnya dengan melakukan patrol dan tidak lagi memblokade jalan.

“ Jadi jika masyarakat yang masih berkumpul akan di bubarkan oleh tim gugus tugas , Pokja keamanan”ujar Benhur Tomi Mano.

Saya minta kepada  ketua tim gugus agar lebih tegas lagi dan jangan hanya tempat-tempat tertentu saja.

Selain itu lanjut Benhur Tomi Mano, rapat evaluasi hari ini, juga untuk membahas waktu aktivitss perekonomian di kota Jayapura.Mall ,supermarket ,pasar dan took.

“ Jadi sesuai  sesuai surat edaran Gubernur Papua yaitu berakir pada pukul 14.00 WIT “ungkapnya.

Namun dengan berbagai macam pertimbangan bahwa kota Jayapura merupakan kota jasa dan kota perdagangan bahkan dengan jumlah penduduk yang begitu padat.

Sehingga pihkanya akan menyurati Pemerintah Provinsi Papua, dengan alasan-alasan yang mendasar ,untuk dikhususkan waktu aktivitas ekonomi di kota Jayapura.

Kendati demikian , pihaknya akan pertegas juga untuk aktivitas masyarakat di siang hari tentu dengan melakukan patroli.

“ Semua yang kita lakukan adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di kota Jayapura “cetusnya.

Seluruh kebijakan yang saya keluarkan demi keselamatan, sehingga tidak ada warga kota yang meninggal lagi akibat terinfeksi virus mematikan itu “pungkasnya

(Ricko).