Jayapura,Teraspapua.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kota Jayapura, gencar melakukan rapid test massal .Selama tiga hari difokuskan kepada seluruh pedagang pasar regional Youtefa.
Rapid test massal ini sengaja di gelar di Pasar Baru Youtefa , Distrik Abepura, Senin (22 /6/ 2020) untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona di ibu kota Provinsi Papua ini.
“ Sesuai dengan instruksi Wali Kota Jayapura,maka hari ini Tim Gugus Tugas menjadwalkan rapid test kepada para pedagang pasar Yotefa selama tiga hari.Dan dilaksanakan di pasar regional Youtefa yang baru”ujar Rustan Saru.
Kita rencanakan hari,Senin khusus untuk pedagang Kios, Selasa pedagang Los ,kemudian hari Rabu pedagang pelataran .
Ketua Gustu ini menguraikan,ada 1.800 pedagang yang akan di rapid test, maka dibagi dalam tiga hari supaya ini bisa dikendalikan dengan baik .
“ Untuk itu Gugus Tugas Pemerintah Kota dan Pansus DPRD kota berharap semua pedagang harus berani untuk merapid tes karena hal ini dinilai sangat penting ” imbuhnya.
Lanjut dikatakan Rustan Saru, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona maka dibuktikan di lapangan guna memastikan penyebarannya sudah mulai berkurang.
Sehingga untuk mengetahui itu menurut Rustan Saru, kata kunci adalah harus rapid test.
Kita berharap para pedagang yang mengikuti tes hari ini betul-betul kita ketahui hasilnya berapa reaktif rapid berapa yang non reakitf.
“ Dari sini menunjukan jika hasilnya sedikit yang reaktif maka untuk mengarah kepada new normal Life 2020 awal Juli nanti bisa kita lakukan “ ujarnya.
Kata Rustan Saru juga, kita bercermin dari sampel di Pasar Cigombong bahwa dari 245 yang mengikuti rapid test hanya 4 pedagang yang positif reatif itu artinya hanya 0, sekian persen yang penyebarannya di sana.
Sehingga semua berharap bahwa di pasar Yotefa juga mengalami hal yang sama .Jadi mudah-mudahan pedagang kita yang ikut rapid test hanya sedikit yang reaktif.
“ Dengan demikian penanganan penyebaran virus Corona di kota Jayapura bisa berakhir”harapnya.
Wawali juga merincikan,sampai dengan hari ini yang kita rapid tes mulai dari bulan Maret sampai bulan Juni 2020 sudah 19.004 yang reaktif sebanyak 1.672 orang dan yang positif sampai hari ini adalah 740 orang.
Menurut Rustan Saru ,ini memang sudah memuncak grafik covid 19 di kota Jayapura , minggu pertama awal Juni sampai Minggu ke-3 bulan Juni sudah mulai dibawah 1.Karena yang positif semakin sedikit dan yang sembuh juga semakin banyak “bebernya.
“ Semua ini tentu akan menjadi patokan untuk kota Jayapura memberlakukan new norma Life.Karena semakin banyak yang sembuh dan sedikit yang terinfeksi”jelasnya.
Untuk itu seluruh warga Kota Jayapura diminta tertib, disiplin ikuti protokoler kesehatan , gunakan masker jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun “pungkasnya.
Sementara itu Ketua Pansus Covid – 19 DPRD setempat ,Yuli Rahman juga mengatakan ,Pansus menyampaikan apresiasi atas kerja-kerja dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 kota Jayapura.
“ Kami melihat masyarakat sangat antusias untuk datang ke lokasi pemeriksaan .Itu artinya ada kesadaran untuk masyarakat membawa diri untuk mengikuti rapid test.
Politisi Golkar Kota itu juga berpesan ketika rapid test reaktif ,maka mohon kerja sama dari warga untuk mengikuti pemeriksaan selanjutnya yaitu pemeriksaan smpel lendir yang diambil dengan metode swab dan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).
Sehingga masyarakat bisa membantu tim Pansus dan tim Gugus Tugas untuk memutus mata rantai penyebaran covid yang ada di kota Jayapura “tandasnya.
Ditempat yang sama Kepala dinas Perindagkop setempat Robi L.N.Awi mengungkapkan kurang lebih 1.800 pedagang di pasar Youtefa yang terdaftar ,baik pedagang kios ,Los maupun pedagang pelataran.
“ Kami sudah menyampaikan surat pemberitahuan resmi ke mereka untuk dilakukan rapid test pada hari hari senin selasa dan rabu”terangnya.
Jadi penekanan kami semua pedagang di Pasar Regional Yotefa harus wajib mengikuti rapid test.
Apabila mereka tidak mengikuti rapid test ,maka selanjutnya kami tidak mengizinkan mereka untuk berdagang di pasar tersebut.
Kami berharap seluruh pedagang pasar Youtefa dapat memanfaatkan waktu selama 3 dan harus dengan datang sukarela untuk mengikuti rapid test.
Selanjutnya kata Robert Awi, minggu depan pihaknya akan melakukan sweeping di pasar Youtefa bagi mereka yang belum melakukan terapi tes kami minta untuk segera meninggalkan pasar dan tidak boleh beraktivitas di pasar.
Salah satu pedagang pasar Youtefa H.Winandar Skandar mengaku apa yang dilakukan oleh tim gugus tugas pemerintah kota untuk merapid test seluruh pedagang di pasar ini sangat bagus.
Sehingga kita bisa mengetahui kondisi dari seluruh pedagang yang ada di pasar yotefa.
Dia juga mengungkapkan ,sebelumnya kita telah mendaftar mendapat surat edaran dari dinas Perindagkop melalui kepala pasar untuk datang di pasar baru mengikuti rapid test semua pedagang tanpa kecuali.
Bahkan ia mengakui juga bahwa sesuai surat edaran , bahwa pedagang yang tidak mengantongi hasil repid non reaktif maka dilarang untuk berdagang ”pungkasnya.
(Let).













