Jayapura, Teraspapua.com – SMP Negeri 1 Jayapura menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS), dewan guru Tenaga Administrator Sekolah (TAS) dan komite sekolah.
Bimtek SPMI berlangsung di ruang audio setempat, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura DR. Fachrudin Pasolo, Msi, Rabu (7/10/2020).
Sekolah menghadirkan fasilitator Nasional SPMI, Kuswanto, S.Pd dari LPMP Provinsi Papua.
DR. Fachrudin Pasolo, Msi saat membuka Bimtek mengatakan, Pendidikan mengalami suatu proses yang sangat dinamis. Akselerasinya begitu cepat, yang terkadang membuat kita bisa terlambat dalam menerima informasi.
“Jadi ketika kita berbicara tentang mutu, kualitas maka harus mempunyai indicator, parameter nya. Untuk mengukur kualitas pendidikan Nasional, telah menetapkan 8 standar Nasional Pendidikan,” ujar Fachrudin.
Menurutnya, jika kita berbicara tentang manajemen, maka standar atau hakikat manajemen adalah bagaimana kita bisa mencapai suatu tujuan.
“Jadi bagaimana tujuan Pendidikan dalam meningkatkan kualitas, supaya lebih tertata dan hakekatnya adalah semua pencapaian itu harus diukur dengan efisiensi dan efektivitas,”papar Fachrudin.
Untuk itu kata Fachrudin, 8 standar Nasional Pendidikan harus dijadikan rujukan.
Mantan Kepala Bapenda pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Kepsek dan para guru, karena terus membangun komunikasi dengan LPMP,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala SMP Negeri 1 Jayapura Purnama Sinaga, S, Pd,.M.M Pd. mengatakan SMPN 1 ini menjadi salah satu sekolah binaan LPMP yang mengimplementasikan sistem penjaminan mutu internal di sekolah.
“Jadi sebagai salah satu sekolah binaan, diminta komitmen dan kesungguhan untuk menerapkan penjaminan mutu pendidikan di sekolah sesuai siklus siklus SPMI, yaitu mulai dari pemetaan mutu, perencanaan, peningkatan mutu pelaksanaan evaluasi,”ujarnya.
Purnama Sinaga berharap setelah kegiatan bimtek ini, kami dapat memahami tentang sistem penjaminan mutu internal.
Dapat mengimplementasikan dan mencapai sekolah yang SNP dan dapat mewujudkan sekolah yang berbudaya mutu.
Mantan kepala SMP Negeri 6 itu juga berharap, kegiatan ini bisa memberikan pencerahan dan pemahaman kepada teman-teman terkait SPMI.
“Masukan dari kepala Dinas tentu sudah memberikan gambaran bahwa untuk penjaminan mutu bukan menjadi tanggung jawab kepala sekolah saja,”terangnya.
Tapi lanjut Purnama Sinaga, tanggung jawab bersama yang tentu diperlukan kolaborasi dari semua stakeholder yang ada di sekolah. Ini merupakan awal dari kegiatan-kegiatan penjaminan mutu di smp negeri 1 Jayapura.
Untuk implementasi SPMI sebelumnya memang sudah ada, namun dalam bentuk tim kerja kecil. Sehingga banyak teman-teman guru belum memahami terkait poin-poin apa yang harus dilakukan dalam rangka penjaminan mutu itu.
Dikatakan, awal november kami bisa melakukan diseminasi berupa portofolio kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh guru dan pembelajaran, penilaian maupun kegiatan ekstrakurikuler.
“ Atau, program pengembangan lainnya seperti karakter dan literas,”
Ketua Komite Toni Wanggai juga menambahkan, Bimtek SPMI, khusus untuk memenuhi kriteria 8 standar Pendidikan Nasional.
“kami berharap kepada para peserta dapat mengikuti bimtek, dan mudah-mudahan kwalitas SMPN 1 terus meningkat,”ucapnya.
Tony Wanggai berharap SMPN 1 Jayapura harus menjadi terdepan dan barometer di Papua.
(Ricko).















