Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) terus berupaya menyukseskan pelayanan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA).
Sehingga tahun 2021, Dispendukcapil masih memprogramkan pelayanan #GISA. Dengan metode jemput bola door to door.
“Dispendukcapil tahun ini tetap memprogramkan pelayanan #GISA seperti ditahun-tahun sebelumnya. Tahun ini sebanyak 5 kali,” ujar Plt Kepala Dinas, Andi Rahmiwati, SE kepada Teraspapua.com di ruang kerjannya, Senin (/1/2/2021).
Diharapkannya, melalui pelayanan #GISA dan program yustisi KTP maka masyarakat bisa melakukan perekaman, sehingga sadar untuk memiliki KTP elektronik.
“Dua program ini kita lakukan, di samping melakukan ceremony untuk pertama kali maka dilakukan juga jemput bola, karena kota Jayapura masih ada di masa pandemi Covid – 19,” terangnya.
Dispendukcapil terus berupaya untuk terus meningkatkan hasil dari pelayanan program tersebut, karena urusan kependudukan ini bergerak secara dinamis.
Ada masyarakat berpindah atau masyarakat sudah mencapai usia 17 tahun otomatis dia harus melakukan perekaman.
Kemudian juga masyarakat yang datang otomatis kita merubah dokumen kependudukan, baik itu Kartu Keluarga (KK), KTP elektronik, dan Kartu Identitas Anak (KIA).
“Ini memang tidak akan berhenti, bahkan di masa pandemi pun tidak berpengaruh karena masyarakat tetap datang untuk mengurus dokumen kependudukan,” akuinya.
Sehinggah, percepatan kepemilikan KTP elektronik di kota Jayapura Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) terus menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan perekaman.
Diharapkan, di tahun 2021 semua penduduk sudah merekam di usia wajib KTP.
OPD yang berhasil meraih ISO 9011 – 2008 itu telah menyiapkan semua fasilitas online, sembari berusaha mensosialisasikan, saat masyarakat datang mengantri.
Selain itu, Dukcapil akan memasang banner link pelayanan agar masyarakat dapat mengakses pelayanan secara online. Untuk menghindari pelayanan secara tatap muka di masa pandemi ini.
Bahkan lanjut dikatakan Andi Rahmiwati, tahun ini Dispendukcapil memberlakukan nomor antrian online, tetapi tidak seluruhnya.Tahun kemarin kan 200, kita berharap untuk manual 150 kemudian 50 antrian SMS online.
“Jadi, bisa melalui SMS dan WA atau lewat email dan sementara kita persiapkan fasilitasnya, sehingga masyarakat bisa memilih hari dan jam yang pas untuk datang ke Dispendukcapil,” bebernya.
Misalnya hari Senin, dia mendaftar karena kuotanya sudah penuh, tentu ada pilihan, bisa juga hari Selasa dan itu ada pemberitahuan dua, tiga kali ke yang bersangkutan. Jadi operator Dukcapil akan kita siapkan,” lanjutnya.
Sehingga untuk mendapat pelayanan, masyarakat tidak perlu datang lebih awal. Tapi bisa memperhitungkan waktunya,” pungkasnya.
(Ricko/Let)








