banner 728x250

Wakili Papua, Fadhlun dan Yokbet Merauje Juara Runner Up 3 di Ajang Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara

  • Bagikan

Jayapura, Teraspapua.com – Fadhlun Munir Pauspaus dan Yokbet Merauje berhasil meraih juara Runner Up 3 pada ajang pemilihan Putra-Putri Pariwisata Nusantara yang dilaksanakan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia melalui unit kerjanya EL JOHN Pageant.

Selain runner Up 3, keduanya juga mendapat gelar Putra-Putri Agro Wisata Indonesia tahun 2021.

banner 325x300

Karantina perdana pemilihan Putra-Putri Pariwisata Nusantara (P3N) 2021, kurang lebih 37 hari sejak, secara virtual, dimasa pandemic Covid-19, mereka berhasil masuk top 5 dari top 10.

Fadhlun Munir Pauspaus dan Yokbet Merauje berhasil mencuri perhatian penyelenggara di setiap momen karantina. Keduanya merupakan jebolan Tan dan Monj atau putra-putri Pariwisata Kota Jayapura tahun 2019.

“Yah sangat sulit, karena dari Top 10, kami bedua bisa masuk di Top 5. Kami masuk sebagai sepasang putra-putri, hanya 2 Provinsi yang bisa yaitu Papua dan Jawa Timur,” kata Yokbet Merauje saat diminta keterangan di kantor Dinas Pariwisata, Rabu (24/03/2021).

Lanjut Yokbet Merauje, itupun dinilai melalui video yang sudah dipersiapkan dan dikirim ke pihak penyelenggara.

Setelah melewati Grand Final tanggal 20 Maret 2021 di Hotel Horison Abepura Padang Bulan. Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar itu merupakan suport 100% dari Dinas Pariwisata Kota Jayapura.

Keduanya berusaha semaksimal mungkin dan perjuangan tidak sia-sia selama 1 bulan masa karantina dan bisa memberikan gelar baru untuk Papua khususnya kota Jayapura.

“Dari ajang itu, kita bisa tunjukkan bahwa Papua mempunyai nilai plus dan mampu untuk bersaing di tingkat nasional,” akunya.

Dikatakan juga, karantina secara virtual karena di masa pandemi covid – 19, kurang lebih 37 hari, dari bulan Februari hingga Maret 2021.

Saat karantina, kami diisi dengan challenge challenge di media sosial bahkan kebutuhan publikasi dari pihak yayasan seperti Photoshot dan lainnya. “Puji Tuhan kami berdua bisa melewati itu,” sambungnya.

Menurut Putri Pariwisata Kota Jayapura 2019 itu, setiap karantina pun mempunyai dress code yang berbeda-beda.

Yang paling menarik menurut Yokbeth adalah dikarantina 4, kami diwajibkan menggunakan aksesoris tradisional dari daerah kami masing-masing dan kami berdua mencuri notis atau perhatian dari para pemateri dan pemilik yayasan.

“Jadi kami berdua menggunakan face painting sehingga menjadi penilaian lebih,” akui dia.

Yang lebih menarik lagi kata Yokbet Merauje, adalah mengukir wajah bahkan ketika tahap interview pertama dan kedua di situ ada presentasi.

Ditambahkannya, selama karantina, materi yang diberikan lebih fokus kepada pengembangan pariwisata ada juga personal branding.

Kemudian dari pihak yayasan memberikan materi terkait kehidupan. Adapula materi tentang psikologi,” tukasnya.

Hal senada juga dikatakan Fadhlun Munir Pauspaus. Dari kurang lebih 42 peserta di seluruh Indonesia saya dengan Yoke sama-sama masuk dalam top 5.

“Kita juga masuk sepasang dan berhasil mengalahkan peserta dari provinsi lain, kita juga kawin gelar dan mendapatkan runner up ketiga dan juga gelar putra-putri agro wisata Indonesia 2021,” ungkapnya

Bahkan, kita pernah sering juga dengan Queen International. Syukur saya berkesempatan cheat/cheat dengan Queen dari Venezuela yang merupakan juara Miss tourism International to thousand in fourteen. Saya sekedar mendapat tanya jawab dan cheat/cheat dari beliauw,” tandasnya.

Sementara, Endang Anggraeni penanggung jawab pemilihan putra-putri pariwisata Nusantara dinas Pariwisata Kota Jayapura menghaturkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan karena Fadhlun Munir Pauspaus dan Yokbet Merauje berhasil meraih juara Runner Up 3 pada ajang pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kota Jayapura melalui dana otonomi khusus tahun 2021.

“Kami memfasilitasi mereka dengan dukungan materi, mulai dari persiapan, baju, make up dan juga tempat mulai dari interview pertama sampai pada grand final.

Bahkan melalui dukungan secara moril melalui komunikasi, kemudian secara teknis dari beberapa teman untuk memberikan masukan tentang materi – materi yang akan dipresentasikan,” bebernya.

(Let)

  • Bagikan