50 Persen Guru SMPN1 Jayapura Sudah Divaksin, Bulan Juli Belajar Tatap Muka Bakal Dilakukan

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jayapura, Purnama Sinaga

Jayapura, Teraspapua.com – SMP Negeri 1 Jayapura berencana melakukan belajar tetap muka pada bulan Juli mendatang. Pasalnya, sebagian besar Dewan Guru sudah di vaksinasi.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jayapura mengemukakan, sudah 50 persen para guru sudah divaksin sinovac secara mandiri.

” Kami untuk saat ini sudah 50 persen guru vaksin secara mandiri di Puskesmas dan melalui Gereja,” terang Purnama kepada Teraspapua.com, Senin ( 3/5/2021).

Sedangkan diakui Purnama Sinaga, 50 persen sisa pihaknya sudah mengajukan surat untuk dilayani di Puskesmas Jayapura Utara. Kami hanya tinggal menunggu jadwal,” imbuhnya.

Hal ini dilakukan menyusul, desakan Wali Kota Jayapura Benhur.Tomi Mano untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.

Menurutnya , ada beberapa guru yang kemarin sempat terpapar Covid – 19, sehinggah nantinya mereka baru bisa divaksin setelah 3 bulan.

Kemudian yang lain, ada punya riwayat sakit, sehinggah mereka harus menunggu sampai kondisi benar – benar sehat.

” Untuk kondisi- kondisi seperti itu mereka siap divaksin setelah kondisi benar-benar sehat,” ujarnya.

” Jadi SMPN1 siap melakukan pembelajaran tatap muka sesuai surat edaran dari Kementrian Pendidikan,”

Lanjut Ketua MKKS SMP Kota Jayapura itu, untuk bulan pertama memang diarahkan untuk 50 persen, selanjutnya bulan kedua sudah 100 persen. Jadi sistim bertahap.

Ditambahkan, sebelumnya ada SKB 4 Mentri tentang tatap muka, kami dengan komite makan orang tua sudah menggelar rapat dan sudah membuat surat pernyataan, tentang pembelajaran tetap muka secara bertahap. Namun dalam perkembangan itu terpending.

Purnama Sinaga juga mengungkapkan, Sekolah yang dipimpinnya ini ada peserta didik, orang tua juga yang terpapar Covid – 19.

“Tapi, SMPN1 pada dasarnya, siap menggelar pembelajaran secara tatap muka,” cetusnya.

Ditambahkan Purnama, menindaklanjuti itu juga pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

” Jadi, kami diberikan arahan dalam pertemuan MKKS di SMPN9 beberapa waktu lalu dan telah meminta data kesiapan belajar tatap muka,” terangnya.

Lanjutnya, pada saat tatap muka jumlah siswa 50 persen dari jumlah satu kelas yang hadir dan juga dibuat dalam bentuk sip. Jadi sip pagi dan siang.

Bahkan, ada pemikiran kami lakukan sip minggu. Misalkan dalam minggu ini tetap muka 50 persen, yang lain mengikuti secara daring. Kemudian minggu berikut gantian.

” Dua model ini kami akan coba lebih intens lagi sesuai dengan kondisi dari guru maupun peserta didik,” jelasnya.

Untuk itu pada saat pembagian rapor akhir semester, 90 persen orang tua murid lebih menyetujui untuk pembelajaran jarak jauh.

Sehingga memang besok kami pasti akan mengulang kembali pada saat pembagian rapor akhir semester semester ini, sembari kami diskusikan dan mendata ulang jumlah terakhir yang ingin belajar tatap muka.

“Kami akan berupaya, karena dari hasil penelitian dengan pembelajaran daring banyak hal yang sulit tercapai. Terutama pemahaman pembelajaran, karena menurutnya, tidak semua anak memahami pembelajaran kalau diberikan secara daring,” tuturnya.

Sehinggah, tatap muka itu mungkin akan tetap kami upayakan, tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya.

(arc)