Jayapura,Teraspapua.com – Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK), Handi Irawan secara resmi melantik Pengurus Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Papua. Pelantikan berlangsung di Auala Jusuf Tjitra Kalam Kudus, yang diawali dengan ibadah singkat, Sabtu (29/10/2022) malam.
Ketua Umum MPK Handi Irawan mengatakan, MPK di Indonesia merupakan salah satu lembaga pelayanan yang sudah berdiri sejak tahun 1950. jadi usianya sudah 72 Tahun sejak zaman Belanda sudah dilakukan inisiasi seperti ini.
“Jadi, sebenarnya MPK merupakan salah satu lembaga di mana bisa menjadi kepanjangan pemerintah untuk melakukan sosialisasi, apa yang menjadi kebijakan pemerintah sekaligus juga menyuarakan masukan-masukan dari sekolah-sekolah Kristen kepada pemerintah,” ujar Handi Irawan.
Tapi tentu saja lanjut Handi Irawan, MPK bukan hanya menjadi jembatan pemerintah tapi MPK memang satu lembaga pelayanan yang bisa melihat bahwa Sekolah Kristen di Indonesia itu merupakan salah satu ladang pelayanan yang harus dijaga oleh Gereja dan ladang pelayanan yang harus ditumbuhkan ke Gereja.
“Makanya nanti MPK bersama banyak Gereja-Gereja di Indonesia kita mewujudkan sekolah kristen yang semakin berkualitas, adaptif, yang bisa memberikan dampak positif,” ujarnya.
Melahirkan siswa-siswa yang bisa berjiwa pemimpin dan yang penting kalian berkarakter Kristiani makanya MPK juga sudah memiliki berbagai misi tapi Salah satu misi daripada MPK yang penting adalah bagaimana MPK itu membantu sekolah-sekolah Kristen yang tertinggal,” lanjut Handi Irawan.
Oleh karena itu kita berpikir bahwa tentu membutuhkan suatu organisasi yang solit, baik di mana orang-orang yang bisa duduk dan struktur tadi.
“Nah hari ini kita melihat bahwa MPK itu punya struktur, punya 20 MPK seluruh Indonesia dan setiap 5 tahun berganti, makanya pada malam hari ini kita melakukan musyawarah wilayah untuk pergantian kepengurusan Papua masa pelayanan 2022 sampai 2027,” paparnya.
Ditempat yang sama, Ketua MPKW Papua, Pdt Hizkiah Rollo kepada awak media mengatakan di tengah-tengah pergumulan kita yang besar selaku lembaga-lembaga Sinode, Gereja dalam persekutuan Gereja-Gereja di tanah Papua kami terus mengumuli bagaimana kehidupan umat yang kami tuntun, menggembalakan dan melayani bagaimana pendidikan, kesehatan dan juga bagaimana kehidupan ekonomi.
“Kita sudah membuat berbagai macam strategi untuk mengatasi hal-hal yang kami hadapi pada saat ini di tanah Papua. kami juga sudah kerjasama dengan Pak Wakil Presiden di bawah tanggung jawab Sekwapres untuk bagaimana merancang bangun sistem pendidikan kesehatan dan juga pengembangan ekonomi” ujar Rollo.
Dalam pergumulan yang panjang lalu MPK di tanah Papua sudah ada pada waktu lalu. tapi dia tidak jalan lagi mungkin dalam kurun waktu 5 tahun.
“ini kita mau hidupkan kembali, tawaran diberikan kepada saya sebagai ketua memang ini tanggung jawab yang teramat berat, tetapi sebagai ketua umum persekutuan gereja-gereja di tanah Papua juga sebagai ketua umum persekutuan gereja-gereja Indonesia wilayah Papua, wakil ketua 1 Sinode GKI, saya merasa bahwa adalah tugas dan tanggung jawab yang diamantkan Tuhan kepada saya maka saya juga tidak sia-siakan, walaupun berat.
Saya menerima itu tapi juga sebuah harapan untuk bagaimana kita membangun masa depan anak-anak kita di bidang SDM.
sehingga kita tidak terus terhitung sebagai ranking pertama IPM terendah di seluruh Indonesia, lalu kemiskinan ekstrem pertama di seluruh Indonesia tapi bagaimana dengan keterlibatan Majelis Kristen pusat dengan melibatkan kita, maka kami sangat yakin bahwa persoalan pendidikan tidak hanya digumulir kami di Papua tapi secara nasional gereja-gereja semua juga punya hal yang sama pergumulan yang sama problem yang sama.
Karena itu kami satukan hati, untuk belajar bagaiman merancang bangun sebuah skenario strategi untuk keluar secara pelan dari penilaian – penilaian ini untuk paling kurang kita juga bisa keluar sampai pada posisi yang baik,”tutup Hizkiah Rollo.















