DPW Tani Merdeka Indonesia Papua Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kedaulatan Pangan dari Tanah Papua

Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua resmi dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Doni Muzakir, di Graha Sara Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Kamis (13/11/2025).

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia Nomor: 327/SK-DPN/ Tani Merdeka/XI/2025, yang menandai dimulainya masa bakti kepengurusan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua periode 2025–2030.

Hadir dalam acara tersebut antara lain staf ahli bidang SDM, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Origenes Kambuaya mewakili Pemerintah Provinsi Papua, unsur Forkopimda, serta sejumlah tokoh masyarakat dan petani dari berbagai wilayah.

Ketua DPW Tani Mereka Papua Anggota DPD RI Senator Pdt.David Waromi dalam sambutan menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi momentum
lahirnya tekad baru untuk menjadikan Tanah Papua sebagai pelopor kedaulatan pangan nasional.

“Hari ini bukan sekadar seremoni. Hari ini adalah tanda lahirnya tekad untuk menjadikan Tanah Papua bukan hanya penerima bantuan pangan, tetapi penghasil, penjaga, dan penentu masa depan kedaulatan pangan Indonesia,” tegas Senator Waromi.

Dengan mengusung tema “Tani Merdeka Indonesia: Dari Tanah Papua, Kedaulatan Pangan Dimulai”, Pdt David Waromi menuturkan bahwa Papua memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak sektor pertanian nasional.

Menurutnya, Indonesia tidak akan lengkap tanpa Papua baik dari sisi sumber daya alam maupun peran masyarakatnya dalam menjaga keberlanjutan pangan.

“Kalimat itu bukan hanya slogan, tetapi seruan hati dan janji. Kami percaya kedaulatan pangan Indonesia tidak akan lengkap tanpa Papua,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari tanah yang kaya dan subur di Papua akan tumbuh berbagai hasil pertanian unggulan seperti padi, jagung, kopi, dan kakao. Semua itu, katanya, bukan hanya memberi makan rakyat Papua, tetapi juga menghadirkan harapan bagi seluruh Nusantara.

Namun demikian, Waromi menekankan pentingnya pengorganisasian yang kuat, kemitraan lintas sektor, dan keberanian untuk mandiri agar potensi besar Papua tidak terbuang sia-sia.

“Tani Merdeka Indonesia hadir bukan sekadar gerakan bertani, tetapi gerakan martabat bangsa, kemandirian ekonomi, dan keberlanjutan pangan. Kami akan bersinergi dengan seluruh Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, Koperasi, dan UMKM, serta dukungan Pemprov Papua, TNI, Polri, dan para Bupati,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para petani Papua, yang disebutnya sebagai penjaga kehidupan bangsa.

“Di balik setiap butir beras, setiap umbi, dan setiap tetes keringat petani, ada doa dan perjuangan yang menyelamatkan bangsa dari kelaparan,” kata Senator Waromi.

Kepada pemerintah daerah dan pusat, Waromi menegaskan bahwa Tani Merdeka tidak datang untuk menuntut, melainkan untuk bersinergi.

“Ketahanan pangan bukan hanya urusan pertanian, tetapi urusan kedaulatan bangsa. Kami siap menjadi mitra strategis untuk menyusun program bersama instansi terkait agar setiap hektar tanah Papua hidup dan produktif,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelantikan Hery R. Geli menjelaskan bahwa Gerakan Tani Merdeka Indonesia lahir dari semangat kemandirian petani dan cita-cita besar menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.

Papua, lanjutnya, memiliki potensi luar biasa berupa lahan subur, keanekaragaman hayati, serta nilai budaya yang kuat. Karena itu, pelantikan pengurus Tani Merdeka Indonesia di wilayah ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat jaringan petani di kawasan timur Indonesia.

“Papua dipilih bukan hanya karena potensi sumber daya alamnya yang melimpah, tetapi juga karena semangat masyarakatnya yang gigih dalam menjaga tanah dan pangan mereka sendiri,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan pelantikan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi Tani Merdeka Indonesia di seluruh nusantara. Momen ini juga menjadi titik awal dalam membangun komitmen bersama untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional melalui pemberdayaan petani di Tanah Papua.

Adapun tujuan utama pelantikan ini, lanjutnya, yakni mengukuhkan secara resmi kepengurusan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua masa bakti 2025–2030, menyatukan semangat seluruh pengurus dalam menjalankan program kerja organisasi, serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPD RI, hingga lembaga vertikal dan mitra strategis di bidang pertanian.

“Kami berkomitmen untuk mensosialisasikan visi, misi, dan program kerja Tani Merdeka Indonesia hingga ke tingkat kabupaten dan kota di Papua,” ujarnya.

Mengakhiri rangkaian acara, seluruh pengurus dan tamu undangan bersama-sama menyuarakan semangat perjuangan dengan seruan:

“Tani Merdeka! Merdeka Petaninya, Merdeka Bangsanya!”

(Arc/Veb)